Selamat Datang di WaktuCom Kumpulan Berita Terpercaya

Presiden Jokowi Akan Melantik 5 Gubernur Dan Wakil Gubernur


Waktucom, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau ( Jokowi ) melantik lima kepala derah hasil Pilkada Serentak 2017. Pelantikan juga dilakukan terhadap Wakil Gubernur Riau yang semula kosong.

Sebelum dilantik, para gubernur dan wakil gubernur diundang ke Istana Merdeka oleh Jokowi. Mereka menerima petikan keputusan Presiden terkait pengangkatan sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Pelantikan kemudian dilaksanakan di Istana Negara. Jokowi kemudian membacakan sumpah jabatan dan diikuti para kepala daerah.

"Sebelum saudara-suadara mengucapkan sumpah janji sebagai gubernur dan wakil gubernur di masing masing provinsi, bersediakah saudara mengucapkan janji sesuai dengan agama masing-masing? tanya Jokowi, Jumat (12/6/2017).

"Bersedia," jawab para kepala daerah.

"Apabila bersedia, silakan mengulangi kata-kata saya," imbuh Jokowi.

Usai pengucapan sumpah jabatan, satu per satu kepala daerah menandatangani berita acara pengangkatan di hadapan Jokowi. Acara dilanjutkan dengan memberi ucapan selamat oleh Presiden dan Wakil Presiden diikuti oleh tamu undangan.

Presiden Jokowi melantik lima kepala daerah ditambah satu wakil gubernur. Para kepala daerah yang dilantik, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Idris Rahim, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar dan Enny Anggraeni Anwar.

Jokowi juga melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung Erzaldi dan Abdil Fatah, Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Mohammad Lakotani, serta Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin.

Ingin Berfoto Dengan Ahok Mala Lieus Sungkharisma Diusir Warga


Waktucom, Jakarta - Warga yang tengah mengantre dengan tertib untuk berfoto dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat heboh. Lantaran ada salah satu pendukung Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, Lieus Kharisman menampakkan diri di pendopo Balai Kota DKI Jakarta.

Warga yang awalnya tertib berbaris mendadak riuh melihat kedatangan Lieus itu. Warga yang kebanyakan pendukung Basuki atau akrab disapa Ahok itu malah tak menerima Lieus, mereka berteriak mengusirnya.

Usir, usir, usir. Usir aja. Ngapain dia (Lieus) di sini?" kata seorang warga yang disambut teriakan warga lainnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/5)

Usai bersitegang dengan warga, Lieus memutuskan meninggalkan depan kantor Ahok itu. Lieus mengaku sengaja datang untuk bersilaturahmi dengan mantan Bupati Belitung Timur itu karena memang sudah menjadi teman lama.

"Saya bingung kenapa saya diusir. Kita memang berseberangan. Tapi saya surprise. Kan saya mau nemuin (Ahok) doang mau kongkow," ujarnya.

Dari belakang, warga menyahut Lieus adalah kubu dari Anies-Sandi dan tak perlu datang ke Balai Kota. Warga juga beranggapan bahwa Lieus menjadi salah satu orang yang mengompori kasus penodaan agama.

"Dia kan salah satu orang yang melaporkan Ahok. Ngapain dia datang ke sini," teriak seorang ibu paruh baya yang tengah antre.

Untuk diketahui, Lieus adalah salah satu orang yang dikenal kerap berseberangan dengan Ahok. Lieus pernah mngkritisi Ahok soal pembanginan MRT di Fatmawati dan soal kasus dugaan korupsi lahan Rumah Sakit Sumbet Waras.

Bahkan, Lieus sempat melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya atas kasus-kasus tersebut. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut kasus yang ia laporkan sampai saat ini


Djarot : Saya Siap Menjadi Penjamin Ahok Dan Saya Siap ikut Dipenjara


Waktucom, jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjadi panjamin untuk penangguhan penahanan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Djarot mengatakan, itu artinya dia siap bertanggung jawab atas semua hal tersebut.

"Kalau sampai ada apa-apa, saya yang akan menjamin. Jaminan itu jaminan menyeluruh. Termasuk kalau ada apa-apa, saya menggantikan di penjara," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa. (9/5/2017).

Djarot mengatakan dia menjadi jaminan atas nama pribadi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Djarot mengatakan surat pengajuan penangguhan penahanan itu sudah dia tanda tangani. Surat tersebut juga sudah diserahkan ke Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Djarot tidak tahu apakah jaminan tersebut bisa membuat Ahok tidak ditahan dan kembali aktif menjadi gubernur DKI. Djarot menyerahkan keputusan itu kepada Kementerian Dalam Negeri.

"Itu serahkan ke Kemendagri aturannya seperti apa," kata Djarot.

Ahok kini ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, setelah divonis dua tahun penjara dalam kasus penodaan agama. Vonis tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang digelar di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa.

10 Titik Cara Merangsang Wanita Ketika Berhubungan Seks

 10 Titik Cara Merangsang Wanita Ketika Berhubungan Seks

Waktucom, Jakarta - Dr Boyke kembali mengingatkan para pria supaya tak lagi minder hanya karena ukuran penis-nya tidak sebesar alat kelamin pria-pria dari ras Timur Tengah, Afrika, ataupun ras Eurasia.

Menurut Boyke, permainan seks dari seorang prialah yang menentukan kepuasan seksual yang bakal didapat oleh pasangannya.

Berpikir kepuasan berhubungan seksual ditentukan oleh ukuran penis, itu sangat salah dan itu mitos. Sebab, kualitas yang menentukan sebuah kepuasan," katanya seperti dikutip dari Buku Seks "Boykepedia Memecahkan Mitos Tentang Seks" pada Rabu  (10/5/2017)

Seorang pria, lanjut Boyke, harus mengetahui terlebih dulu titik-titik rangsangan pada wanita demi mendapatkan kepuasan saat berhubungan seksual. Dan, ada 10 titik yang mesti pria tahu.

Berikut titik-titik rangsangan pada wanita;

1. Bagian bibir
2. Belakang leher
3. Cuping telinga
4. Sekitar bahu
5. Payudara
6. Puting susu
7. Turun ke pusar
8. Paha bagian dalam
9. Lengan bagian atas
10. Alat kelamin wanita (vagina

Pimpinan DPR Meminta Ahok Di Pindahkan Ke Mako Brimob Supaya Kondusif

 Pimpinan DPR Meminta Ahok Di Pindahkan Ke Mako Brimob Supaya Kondusif

Waktucom, Jakarta - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto ingin memindahkan Basuki Thjahaja Purnama (Ahok) ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, untuk membuat situasi kondusif. Faktor keamanan di Rutan Cipinang menjadi pertimbangan pemindahan Ahok.

"Justru perpindahan ini saya dengar untuk menjaga sesuatu kondusif. Keamanan bagi Ahok dan keamanan tahanan lain karena kalau berkunjung terlalu banyak, nanti banyak Ahokers (pendukung Ahok) ke sana dikhawatirkan mengganggu aktivitas di sana," ujar Budi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Agus mengajak semua pihak menerima putusan vonis 2 tahun penjara untuk Ahok atas kasus penodaan agama. Indonesia menurutnya adalah negara hukum dan seharusnya putusan hukum diikuti.

"Kita ketahui negara kita panglima tertinggi hukum. Marilah kita seluruh rakyat Indonesia, baik tim pendukung Ahok dan yang tak menyetujui Ahok, marilah kita ikuti proses hukum yang ada. Keputusan ini di tingkat PN. Nanti ada banding, kasasi dan sebagainya," pinta Budi.

"Keputusan pengadilan, kita harus seluruhnya dihormati," imbuh Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat itu.

Seperti diketahui, majelis hakim memvonis Ahok 2 tahun penjara karena diyakini telah menodai agama karena mengaitkan Surat Al-Maidah 51 dengan politik pilkada. Majelis hakim juga memerintahkan Ahok ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Saat ini, Ahok sudah dipindahkan ke Mako Brimob, Depok, agar menjaga kondusivitas sebab aksi para pendukungnya kemarin, Selasa (9/5), sampai melumpuhkan jalan di depan Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Meski begitu, saat ini pendukung Ahok sudah banyak yang berdatangan ke Mako Brimob

Massa Pendukung Aksi di PT DKI Meminta Ahok Jadi Tahanan Kota

 Massa Pendukung Aksi di PT DKI Meminta Ahok Jadi Tahanan Kota

Waktucom, jakarta - Massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga menggelar aksi di depan Pengadilan Tinggi Jakarta. Massa menuntut agar Ahok menjadi tahanan kota.

Pantauan detikcom di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Jalan Letnan, Jenderal Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (10/5/2017) sekitar 12.10 WIB. Mayoritas massa tampak memakai baju motif kotak-kotak.

Massa membawa bendera merah putih dan dua buah spanduk. Spanduk tersebut bertuliskan 'Barisan Relawan Pendukung Ahok-Djarot dan Bebaskan Ahok'.

"Pak Ahok lagi ditahan di Mako Brimob, kita meminta untuk Pak Ahok menjadi tahanan kota dan Ketua Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta harus menandatangani agar Pak Ahok jadi tahanan kota saja," kata Soelianto Rusli, koordinator aksi.

Menurut Soelianto, mereka menggelar aksi di lokasi tersebut karena surat pengajuan tahanan kota ditujukan ke Pengadilan Tinggi DKI. Massa menggelar aksi sejak pukul 10.00 WIB tadi.

"Kita minta Pak Ahok jangan ditahan, selama sidangpun tidak pernah telat dan selalu patuh, kalau naik banding ya pasti. Kita minta Ketua Pengadilan untuk tandatangani buat Ahok jadi tahanan kota," ujarnya.

Hingga pukul 13.10 WIB, aksi masih berlangsung. Arus lalu lintas di lokasi terpantau lancar, sebab massa hanya memanfaatkan bahu jalan dalam aksi itu.

 
WaktuCom: Kumpulan Berita Online Terpercaya