Selamat Datang di WaktuCom Kumpulan Berita Terpercaya
Tampilkan postingan dengan label LIFESTYLE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LIFESTYLE. Tampilkan semua postingan

Meski Tidak Berpintu Semua Rumah Yang Di Shani Shingnapur Tidak Pernah Kecurian

WAKTU.COM - Shani Shingnapur memang cuma sebuah desa kecil nan sederhana di Maharashtra, India. Namun ada banyak hal yang menjadikan tempat ini mendunia. Pertama, sebuah batu hitam yang konon bisa mengeluarkan darah. Kedua, rumah-rumah di sana yang tak memiliki daun pintu. Ketiga, minimnya kasus pencurian di sana, meskipun warganya tak pernah repot menyimpan harta berharga dengan hati-hati.

Dilansir Amusing Planet, di Shani Shingnapur tak ada warga yang takut bakal kecurian. Meskipun rumah mereka tak berpintu, para pedagang tak pernah mengunci kotak uang mereka. Para istri tak bingung menyembunyikan perhiasan di brankas anti maling. Para pemilik kendaraan pun memarkir mobil atau motor mereka seadanya. Mereka percaya janji Sang Shani yang akan menjaga harta benda mereka sejak berabad-abad lalu.

Selama tiga ratus tahun terakhir, jumlah kasus pencurian di Shani Shingnapur bisa dihitung dengan jari. Warga yang kecurian percaya Shani membalas kejahatan tersebut dengan penyakit tak terobati, kesengsaraan, atau kematian mendadak.
Agen Togel Terpercaya, Agen Togel Teraman & Nyaman, Bandar Togel Online Terpercaya & Nyaman


Dilansir Times of India, UCO Bank membuka cabang dengan brankas tak terkunci di Shani Shingnapur. Setelah beroperasi tanpa pengamanan memadai selama beberapa waktu, pihak pengelola mematuhi anjuran kepolisian setempat untuk memasang keamanan maksimum seperti bank pada umumnya.

Warga desa menggantungkan keamanan harta benda kepada sebuah batu hitam. Batu hitam tersebut diyakini sebagai swayambhu, perwujudan dewa Shani. Konon batu tersebut ditemukan oleh seorang gembala. Ketika disentuh dengan ujung tongkat, patung itu mulai mengucurkan darah. Beberapa hari kemudian, sang gembala mendapatkan mimpi yang aneh. Shanaishwara atau Shani mengatakan kalau batu itu adalah dirinya dan meminta agar warga desa mengadakan pemujaan secara rutin untuknya. Namun dia menolak dibuatkan kuil tertutup dan menyarankan warga desa untuk tak lagi mengkhawatirkan harta bendanya. Sebab Shani sendiri yang akan menjaganya hingga akhir zaman.

Berkat keberadaan swayambhu, lokasi pemujaan tersebut menjadi jagrut devasthan, kuil yang hidup. Sejak itu, warga yakin sang dewa tak segan menghukum siapa saja yang berani memancing amarahnya dengan melakukan pencurian.



John Lie , Pahlawan Nasional Pertama Dari Etnis Tinghoa


Akhirnya, John Lie Pahlawan Nasional
Pada Hari Pahlawan 10 November 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan mendiang Laksamana Muda John Lie sebagai pahlawan nasional. Dengan demikian, John Lie menjadi warga negara Indonesia keturunan Tionghoa pertama yang tercatat sebagai pahlawan nasional. Siapakah John Lie itu?

Oleh LAMBERTUS HUREK

Di kalangan masyarakat umum, bahkan termasuk warga Tionghoa sendiri, nama John Lie kurang dikenal. Orang tentu lebih kenal Laksamana Cheng Hoo, panglima armada Tiongkok sekaligus penyebar agama Islam di berbagai belahan dunia. Namun, di kalangan pelaut, TNI Angkatan Laut, Laksamana John Lie tank asing lagi. Bahkan, sebelum ditetapkan sebagai pahlawan nasional pun, John Lie sudah dianggap sebagai salah satu role model bagi pelaut-pelaut muda tanah air.

Nama John Lie, yang juga dikenal sebagai Jahja Daniel Dharma, mulai banyak dibicarakan setelah adanya iklim keterbukaan pada era 2000-an. Ketika tahun baru Imlek dijadikan hari libur nasional, agama Khonghucu diakui (kembali), maka sejumlah aktivis Tionghoa mengusulkan agar John Lie dijadikan pahlawan nasional. Seminar-seminar pun digelar, buku tentang John Lie diterbitkan, dan media-media Tionghoa banyak memuat profil John Lie.

"Adanya pahlawan nasional dari etnis Tionghoa justru sangat penting bagi masyarakat Indonesia keseluruhan yang bisa melihat bahwa etnis Tionghoa itu sama dengan etnis lain, yakni sama-sama berjuang untuk kemerdekaan bangsa," ujar Dr Asvi Warman Adam, sejarawan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Aswi termasuk cendekiawan yang banyak bicara di seminar dan menulis artikel-artikel tentang sosok John Lie.

John Lie lahir di Manado, Sulawesi Utara, 9 Maret 1911, dan meninggal di Jakarta pada 27 Agustus 1998. Almarhum menerima Bintang Mahaputera Utama oleh Presiden Soeharto pada 10 Nopember 1995. Karena itu, John Lie dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Kebijakan politik Orde Baru yang tidak kondusif bagi warga Tionghoa membuat nama John Lie tenggelam. Jangankan mengusulkan putra pasangan suami-istri Lie Kae Tae dan Oei Tjeng Nie Nio itu sebagai pahlawan nasional. Membicarakan jasa-jasa John Lie dalam perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia saja tidak banyak dilakukan.

Awalnya, John Lie bekerja sebagai mualim kapal niaga milik Belanda, kemudian bergabung dengan Kesatuan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS), sebelum diterima di Angkatan Laut RI. Semula dia bertugas di Cilacap dengan pangkat kapten. Di pelabuhan ini John berhasil membersihkan ranjau yang ditanam Jepang untuk menghadapi Sekutu. Atas jasanya, John dinaikkan pangkatnya menjadi mayor.

Sejak itu John Lie memperlihatkan kemampuannya sebagai pelaut dan patriot sejati. Pada awal kemerdekaan, 1947, John ditugaskan mengamankan pelayaran kapal-kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia untuk diperdagangkan di luar negeri.

Di antaranya, mengawal kapal pengangkut karet 800 ton untuk diserahkan kepada Utoyo Ramelan, kepala perwakilan RI di Singapura. Karet atau hasil bumi lain dibawa ke Singapura untuk dibarter dengan senjata. Senjata-senjata itu diserahkan kepada pejabat di Sumatera seperti bupati Riau sebagai sarana perjuangan melawan Belanda.

Ingat, meski sudah merdeka pada 17 Agustus 1945, pasukan Belanda yang didukung Sekutu masih bercokol di Indonesia. Setelah Jepang kalah, Belanda ingin kembali menjajah Indonesia.

Nah, perjuangan John Lie dan kawan-kawan di kapal tidak ringan mengingat kapal-kapal AL Belanda rajin patroli. Belum lagi harus menghadapi gelombang samudra yang besar untuk ukuran kapal mereka yang belum secanggih saat ini.

Dalam operasi ini, John Lie mengemudikan kapal kecil cepat bernama The Outlaw. Seperti dituturkan dalam buku yang disunting Kustiniyati Mochtar (1992), paling sedikit John Lie melakukan 15 kali operasi 'penyelundupan'. Ketika membawa 18 drum minyak kelapa sawit, John sempat ditangkap perwira Inggris.

Di pengadilan Singapura, John dibebaskan karena tidak terbukti melanggar hukum. Saat membawa senjata semiotomatis dari Johor (Malaysia) ke Sumatera, kapal John dihadang pesawat patroli Belanda. John Lie mengatakan, kapalnya sedang kandas.

Dua penembak, seorang berkulit putih dan seorang lagi berkulit gelap, mengarahkan senjata ke The Outlaw. Entah mengapa, komandan tidak mengeluarkan perintah tembak. Pesawat itu lalu meninggalkan The Outlaw tanpa insiden.

Jiwa patriotisme, cinta tanah air, membela negara, tak hanya diperlihatkan Laksamana Muda John Lie lewat kata-kata, tapi perbuatan. Sejak bergabung dengan TNI Angkatan Laut pada awal kemerdekaan, sebagian besar hidup John Lie dibaktikan kepada negara dan bangsanya di lautan.

Karena itu, John Lie yang dilahirkan di Manado, 9 Maret 1911, ini tidak suka dengan istilah 'pribumi' dan 'nonpribumi' yang dinilai hanya menyudutkan orang Tionghoa di Indonesia. Istilah 'nonpribumi' ada era Orde Baru selalu merujuk pada orang Tionghoa. Dan konotasinya selalu jelek. Nah, John Lie ini punya pandangan sendiri tentang pribumi dan nonpribumi.

"Siapakah orang pribumi dan nonpribumi itu? Orang pribumi adalah orang-orang yang jelas-jelas membela kepentingan negara dan bangsa. Sedangkan nonpribumi adalah adalah mereka yang suka korupsi, suka pungli, suka memeras dan melakukan subversi. Mereka itu sama juga menusuk kita dari belakang," kata John Lie seperti dikutip Mayor (P) Salim, komandan KRI Untung Suropati,dalam sebuah artikelnya.

Menurut John, orang yang tidak mementingkan atau membela nasib bangsa Indonesia--apa pun latar belakang suku, ras, etnis, agama--adalah pengkhianat-pengkhianat bangsa. "Jadi, soal pribumi dan nonpribumi bukannya dilihat dari suku bangsa dan keturunan, melainkan dari sudut pandang kepentingan siapa yang mereka bela," tegasnya.

Laksamana Muda John Lie, menurut Mayor (P) Salim, terlibat aktif dalam sejumlah operasi penumpasan pemberontakan di dalam negeri seperti Republik Maluku Selatan (RMS), Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan PRRI/Permesta. Aksi separatis ini sangat mengganggu keutuhan Republik Indonesia yang usianya masih sangat hijau.

Pada 1 Mei 1950 Menteri Panglima AL Raden Soebijakto memerintahkan kapal perang AL untuk melaksanakan blokade di perairan Ambon. John Lie menjadi komandan kapal–kapal korvet RI Rajawali. Kemudian KRI Pati Unus dikomandani Kapten S Gino, KRI Hang Tuah dipimpin Mayor Simanjuntak. Pendaratan di Pulau Buru dilaksanakan pada 13 Juli 1950.

TNI AL mengerahkan kekuatan eskader-eskader di bawah komando Mayor Pelaut John Lie, dilanjutkan dengan pendaratan di Pulau Seram dan Pulau Piru. Melalui tiga titik pendaratan ini, yang dibantu kekuatan gabungan TNI, pasukan RMS pun terdesak. Pada 15 November 1950, operasi pembersihan RMS di Ambon dan sekitarnya selesai.

Pemberontakan DI/TII kali pertama muncul di Jawa Barat pada 1949 di bawah pimpinan Kartosuwiryo. Namun, pengaruh DI meluas hingga ke Aceh pada 1950 dipimpin oleh Teuku Daud Beureuh dan di Sulawesi Selatan pada 1953 di bawah pimpinan Abdul Qahhar Mudzakkar. Untuk menumpas pemberontakan tersebut, Presiden Soekarno memerintahkan operasi militer dan operasi pemulihan keamanan yang melibatkan seluruh elemen pertahanan, termasuk TNI AL.

Nah, kapal TNI AL menggelar operasi patroli pantai dipimpin oleh Mayor (P) John Lie.
Pada 1958 pemerintah juga menggelar operasi untuk menumpas Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatera dan Perjuangan Semesta (Permesta) di Sulawesi. Operasi gabungan TNI ini dikomandani Kolonel Ahmad Yani, dengan wakil komandan Letkol (P) John Lie dan Letkol (U) Wiriadinata.

Dalam operasi ini TNI AL membentuk Amphibious Task Force-17 (ATF-17) yang dipimpin Letkol (P) John Lie, dan melibatkan KRI Gajah Mada, KRI Banteng, KRI Pati Unus, KRI Cepu, KRI Sawega, dan KRI Baumasepe, serta satu batalyon KKO (Marinir). Kapal-kapal melakukan bombardemen sekitar kota Padang dan kemudian mengadakan operasi pendaratan pasukan KKO.

Setelah operasi Permesta 1958-1959, John Lie dikirim ke India selama setahun untuk tugas belajar di Defence Service Staff College, Wellington. Pada 1960, John Lie diangkat menjadi anggota DPR Gotong Royong dari unsur TNI AL.

Kemudian, pada 1960–1966 John Lie menjabat kepala inspektur pengangkatan kerangka kapal di seluruh Indonesia. Sebelumnya, pada 5 Oktober 1961 Presiden Soekarno menganugerahkan tanda jasa kepahlawanan kepadanya.
======
Note : Tulisan ini kami sadur dari Tulisan Bp. LAMBERTUS HUREK

Ahok Menangis Terharu Saat Tonton Film Rudy Habibie

WaktuCom - Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menonton special screening film 'Rudy Habibie' dalam rangka ulang tahun ke-80 Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Rupanya ada adegan dalam film biografi Habibie yang membuat Ahok menitikkan air mata.

"Sewaktu Pak Habibie jadi imam. Jadi bapaknya Beliau meninggal sewaktu jadi imam, kemudian Beliau begitu though, langsung menggantikan bapaknya. Nangis ini tadi," kata Ahok usai menonton di XXI Epicentrum, Epiwalk, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6/2016).

Bagi Ahok, saat ini sangat jarang ada seorang bocah yang begitu tegar menghadapi kenyataan. Untuk itu dia menganjurkan kepada, khususnya, anak sekolah menyaksikan film ini.

"Wajib ditonton semua anak. Enggak akan rugi, dua jam enggak berasa," ungkap Ahok.

Sosok Habibie di mata Ahok adalah pribadi yang religius. Dalam cerita yang ditayangkan dalam film terlihat bagaimana seorang Habibie tetap menjalankan ibadah sebagai seorang muslim di negeri yang jarang terdapat masjid.

Ahok: Siapa Mau Jadi Gubernur? Doa Bulan Puasa Terkabul

WaktuCom - Jakarta - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri buka bersama anak yatim di Jalan Juanda, Jakarta Pusat. Ahok melontarkan pertanyaan dan harapan agar generasi muda bisa tumbuh menjadi pemimpin di Jakarta.

"Siapa yang mau jadi gubernur? Saya doakan di bulan Ramadan ini. Semoga doa kita dikabulkan," kata Ahok dari panggung saat buka bersama anak yatim, di Kantor Pusat Bank DKI, Jalan Ir H Juanda III, Jakarta Pusat, Jumat (24/6/2016).

Hadir ratusan anak yatim dalam acara itu. Mendapat pertanyaan Ahok, anak-anak yatim itu antusias mengacungkan jari yang berarti ingin jadi gubernur. Ahok lalu mengatakan anak-anak juga diharapkan bisa jadi presiden.

"Kalau tidak bisa jadi presiden, ya minimal presiden direktur," kata Ahok.

"Saya ingin pastikan anak-anak ini punya (terdaftar) BPJS Kesehatan," lanjutnya. Hadir juga Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi.

Bank DKI memberikan santunan kepada 5.500 anak yatim senilai Rp 1,65 miliar. Sumber dananya berasal dara zakat, infak, dan sedekah karyawan Bank DKI.

Perwakilan anak-anak yatim maju menerima santunan, masing-masing anak mendapat santunan anak yatim dan dhuafa tahun 2016 sebesar Rp 300 ribu. Namun penyalurannya bukan tunai melainkan disalurkan ke rekening tabungan anak Bank DKI.

Dirut Bank DKI Kresno mengajak warga Jakarta menyetor zakat infak sedekah ke rekening Badan Amil Zakat Infaq Shadaqqah (BAZIS) DKI, nomor rekeningnya 108.03.00099.2. Ada pula rekening Bank DKI Syariah yakni 701.700333.1 untuk infak sedekah, dan 701.700.300.2 untuk zakat.

Jokowi Ingin Jakarta Jadi Kota Megapolitan Maju, Ahok: Siap Pak!

WaktuCom - Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut memberikan ucapan selamat kepada Jakarta yang berulang tahun ke-489. Jokowi punya harapan tinggi untuk Ibu Kota.

"Selamat ulang tahun ke-489 untuk warga DKI Jakarta. Kita ingin Jakarta menjadi kota megapolitan yang maju, modern dan berbudaya -Jkw," tulis RI-1 yang juga mantan gubernur DKI Jakarta ini melalui akun Twitter-nya @jokowi, Rabu (22/6/2016).

Melihat cuitan Jokowi itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pun membalas. Dia mengaku siap mewujudkan harapan Presiden yang juga sahabatnya itu.

"@jokowi terima kasih Pak, siap wujudkan," tulis Ahok melalui akun Twitter-nya @basuki_btp.

Dalam sambutannya saat upacara HUT di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Rabu (22/6) pagi, Ahok telah menyatakan keinginannya untuk terus memajukan Jakarta lewat berbagai program unggulan seperti Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Jakarta Smart City, e-budgeting, hingga keberadaan petugas Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan Pekerja Harian Lepas (PHL).

Ahok selama ini juga terus berupaya membangun banyak rumah susun (rusun) untuk bisa merelokasi warga yang tinggal di bantaran sungai atau wilayah kumuh lainnya. Ahok juga berharap bisa terus membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta. Selain itu juga membenahi transportasi massal agar masalah kemacetan di Ibu Kota bisa segera terselesaikan.

"Semuanya supaya orang Jakarta hidupnya lebih aman, lebih nyaman, lebih sejahtera. Istilahnya otaknya kiri kanan penuh, perutnya penuh, dan dompetnya penuh," kata Ahok.

Copet Beraksi Saat Ahok Datang ke Pembukaan Jakarta Fair

WaktuCom - Jakarta - Basuki T Purnama (Ahok) resmi membuka Jakarta Fair 2016 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ahok pun mengunjungi stan-stan di anjungan Pemprov DKI dan momen tersebut dimanfaatkan oleh copet untuk beraksi. Kok bisa?

Usai mengantar Mendagri Tjahjo Kumolo yang hadir saat pembukaan ke mobilnya, Ahok berjalan kaki menuju hall C tempat anjungan Pemprov DKI. Pengunjung menyemut mengerumbungi Ahok. Tak sedikit yang meminta foto bareng atau selfie dengan orang nomor satu di Jakarta itu.

"Pak Ahok presiden, saya doakan pak jadi presiden," ujar salah seorang pengunjung Jakarta Fair menyapa Ahok di lokasi, Jumat (10/6/2016) malam.

"Ih aku pegang Pak Ahok," lanjut pengunjung lainnya usai bersalaman dengan Ahok.

Sepanjang perjalanan menuju anjungan tersebut, Ahok selalu dibuntuti oleh pengunjung namun ia tetap melayani dengan ramah. Ia tampak terseyum dan menyapa warga. Sesekali ia pun berhenti terutama ketika sejumlah anak menghampirinya untuk mengajak bersalaman.

Ahok yang mendatangi stan-stan SKPD dan BUMD seperti PT TransJ, Jakpro, Dinas Pariwisata dan lainnya. Anjungan Pemprov DKI berisi pavilliun Jakarta Smart City. Bukan produk-produk yang dipamerkan di sini melainkan program-program pelayanan Pemprov DKI berbasis teknologi.

Keramaian akibat kedatangan Ahok ternyata dimanfaatkan oleh oknum nakal. Terlihat seorang pencopet tertangkap tangan ketika sedang beraksi mengambil handphone salah seorang pengunjung. Petugas pengamanan dengan sigap langsung mengamankan pria muda itu.

"Sudah ambil apa aja kamu," tanya petugas pengamanan.

"Baru satu bang, baru satu bang," jawab sang pencopet dengan memelas.

Pengamanan JIExpo lalu membawa pergi si copet untuk diproses lanjutan. Kejadian itu tidak membuat keramaian terhenti. Pengunjung tetap saja membuntuti Ahok sehingga suasana di pavilliun Jakarta Smart City cukup crowded.

Ahok sempat memberi sedikit sambutan di panggung yang berada di Anjungan Pemprov DKI. Ia menjelaskan mengapa pihaknya sengaja tidak menyajikan produk-produk khas Jakarta pada Jakarta Fair kali ini.

"Kami tidak lagi menyajikan produk-produk tapi teknologi. Bapak ibu bisa lihat, kami targetkan tahun depan lampu seluruh Jakarta jadi LED, jadi mati hidup lampu bisa kami sajikan lewat segenggam handphone saja," kata Ahok.

"Kami juga menyajikan pembayaran pajak lewat sistem online. Kalau bapak ibu mau bayar bisa lewat HP saja. Nanti tren Jakarta keluar masuk Jakarta hanya tinggal tempel kartu. semua bisa jalan kalau bapak ibu partisipasi dalam teknologi," lanjutnya.

Tak hanya itu, Ahok pun kembali memperkenalkan soal aplikasi Qlue yang dapat digunakan warga Jakarta untuk memberi laporan atau keluhan. Sehingga dengan demikian, Pemprov DKI jadi dapat memantau mana pejabat-pejabat DKI yang bekerja dengan baik dan yang tidak.

"Mudah-mudahan 38 hari ini bapak ibu bisa lihat bagaimana layanan smart city di kota Jakarta dan kami terima masukan-masukannya," tutup Ahok.

Ingat Ya, Kalau Bertengkar Dengan Suami Jangan K4bur Apalagi Sampai Update Status Di Medsos | Share Ya Agar Banyak Yang Tau...

WaktuCom - Dalam kehidupan berumah tangga, wajar kiranya ada masalah permasalahan serta masalah yang berlangsung.

  Tetapi seberat apapun persoalan yang Anda alami dengan suami, jangan sampai lari atau k4bur dari rumah.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Bertaqwalah pada Alloh rabbmu.
  Jangan pernah engkau keluarkan mereka dari beberapa rumah mereka dan jangan pernah mereka (diizinkan) keluar kecuali apabila mereka lakukan perbu4tan k3ji yang pasti.

Tersebut hukum-hukum Alloh dan barangsiapa yg tidak mematuhi hukum-hukum Alloh, sesungguhnya dia telah berbuat dz4lim pada dianya.

 Engkau tidak tahu mungkin saja saja saja Alloh bikin kebaikan kemudian. ” QS. Ath-Thalaq ; 1

 Jadi, keluarnya seseorang istri dari rumah, di samping termasuk juga sikap yang dih4ramkan oleh Allah, akan jadi besar masalah yang tengah berlangsung. Jangan pernah seseorang istri muslimah ikuti apa yang telah ditangani oleh beberapa besar kaum wanita dimana waktu berlangsung p3rselisih4n dengan suami-suami mereka, mereka juga berkata,

 “Pulangkan saya ke rumah orangtuaku!!! ” atau “Aku akan menelpon keluargaku!!! ”, lalu dia juga memohon mereka untuk menjemputnya dari rumah itu.

 Ini semuanya dilarang oleh syariat.

Jangan sampai tampak dari kita 4khlak yang jelek hingga menyebabkan kita diusir atau k4bur dari rumah kita sendiri.

  Baiknya seorang istri tetaplah tinggal di rumah, dan senantiasa berupaya mencari jalan keluar dari masalah dengan berbagai langkah yang sama seperti syar’i.

Si Bos Harus Baca: 10 Alasan Kenapa Karyawan Terbaik Malah Resign

WaktuCom - Isu pemecatan karyawan atau pemutusan hubungan kerja bukanlah hal baru di dunia kerja. Namun yang kini menjadi fenomena aneh adalah karyawan dengan suka rela mengundurkan diri. Bahkan bukan hanya karyawan biasa, tetapi juga karyawan terbaik dengan prestasi cemerlang di kantor.

Ternyata tindakan para karyawan tersebut ada alasannya. Berikut 10 alasan kenapa karyawan terbaik malah mengundurkan diri dari pekerjaan.

1. Karyawan terbaik keluar karena gaji terlalu kecil atau waktu yang dibutuhkan terlalu lama untuk naik gaji.
Karyawan berharap dengan membaiknya performa kerja, maka ada peningkatan dalam urusan pendapatan. Meskipun gaji tidak naik, paling tidak ada fasilitas baru yang diperoleh. Jika performa mereka terus meningkat tetapi gajinya tetap, mereka bisa berpikir kantor hanya mengeksploitasi dirinya.

2. Karyawan terbaik keluar karena ada tempat lain yang menawarkan gaji atau fasilitas lebih baik dari kantor yang sekarang.
Bila prestasi tak ditunjang dengan perbaikan pendapatan, jangan heran bila karyawan akan keluar kerja. Apalagi bila ada perusahaan lain yang memiliki penawaran gaji atau fasilitas lebih baik. Dan kamu perlu tahu, orang yang bertugas merekrut karyawan terbaik dari kantor lain dinamakan ‘headhunter’.

3. Karyawan terbaik keluar karena pola kerja yang sekarang terlalu monoton dan membosankan. Dan mereka ingin tantangan.
Manusia adalah makhluk yang dinamis. Ia selalu bergerak mencari hal yang baru dan tantangan. Bahkan bila sebuah pekerjaan dihadapkan pada rutinitas yang monoton, besar kemungkinan karyawan akan meninggalkannya karena rasa bosan.

4. Karyawan terbaik keluar karena prestasi yang mereka lakukan tak pernah dianggap dan tak diapresiasi sama sekali.
Tak ada yang menghargai prestasi atau kemajuan yang dibawa oleh seorang karyawan. Maka jangan heran bila karyawan tersebut memilih mundur dari pekerjaan.

5. Karyawan terbaik keluar karena tekanan kerja yang terus membesar.
Tekanan kerja yang terus menghimpit bisa jadi adalah pendorong karyawan untuk mundur. Tekanan kerja semisal banyaknya pekerjaan, waktu yang semakin ketat, beban kerja dan sebagainya. Ketika tekanan kerja sudah berada di luar kesanggupan karyawan, ia akan keluar.

6. Karyawan terbaik keluar karena ingin mendirikan usaha sendiri.
Dengan kondisi perekonomian dunia yang terus membaik, banyak kesempatan usaha yang terbuka di luar sana. Jadi tak heran orang-orang berlomba-lomba membuat usaha rintisannya sendiri. Termasuk para karyawan terbaik dari sebuah kantor tertentu.

7. Karyawan terbaik keluar karena ada intrik dan drama di kantor.
Intrik dan drama bisa terjadi di mana saja, kantor misalnya. Berawal dari perasaan iri karyawan lain yang punya prestasi terbaik, sehingga menciptakan kompetisi yang tidak sehat. Misalnya menyebarkan gosip buruk dan sebagainya hingga membuat karyawan harus mengundurkan diri.

8. Karyawan terbaik keluar karena ada masalah keluarga.
Masalah bisa saja terjadi bukan dari kantor, melainkan keluarga karyawan. Semisal pasangannya tidak mengizinkan lagi untuk bekerja, atau anak-anak mereka memerlukan perhatian lebih. Kondisi tersebut kemudian membuat karyawan terbaik ingin mengundurkan diri.

9. Karyawan terbaik keluar karena masalah kesehatan.
Masalah kesehatan juga bisa menghantui psikologis seseorang. Beban kerja yang terlalu besar hingga memberikan stres, ditambah dengan kesehatan tubuh yang terus memburuk, bisa menjadi momok menakutkan sehingga membuat karyawan memutuskan resign. Biasanya banyak terjadi di perusahaan tambang.

10. Karyawan terbaik keluar karena pindah domisili atau tempat tinggal.
Berganti domisili juga bisa menjadi alasan tersendiri. Karyawan terbaik memutuskan untuk tinggal di daerah lain dengan alasan personal, lalu memutuskan untuk keluar dari perusahaan. Perusahaan yang tidak ingin kehilangan karyawan terbaiknya, biasanya berusaha mentransfer karyawan ke kantor cabang terdekat di daerah tujuan.

Jelang Ramadan, Ahok Menyempatkan Diri Ziarah ke Makam Ibu Angkat

WaktuCom - Jakarta - Di sela kesibukannya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyempatkan diri berziarah ke makam ibu angkatnya, Misribu Andi Baso Amier, di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Ahok berziarah sebelum meresmikan RPTRA Harapan Mulia di Taman Kebon Bibit Harapan Mulia, Kemayoran, Jakarta Pusat. Menurut Ahok, tiap awal Ramadan dia selalu berziarah ke makam Misribu.

"Kebetulan dapat jatahnya HUT (DKI) ziarah ke makam pahlawan tidak ke Karet Bivak, nah di situ kan ada ibu angkat saya. Saya lihat waktu saya padat, ini sudah jelang puasa. Saya khawatir sampai minggu nggak ada waktu (ziarah), jadi tadi saya sempatkan," ujar Ahok di RPTRA Harapan Mulia, Jakarta Pusat, Rabu (1/6/2016).

Sebelumnya, Ahok mengakui bahwa bapak angkatnya yakni suami Misribu, Andi Baso Amir adalah keturunan Raja Bone.

Keluarga Andi Baso yang mengurus Ahok selama mantan Bupati Belitung Timur itu menempuh kuliah di Jakarta.

Hubungan ayah Ahok dan Andi Baso Amir terbilang cukup dekat. Karena itu, saat Ahok merantau dari Belitung ke Ibu Kota untuk melanjutkan pendidikan, sang ayah menitipkannya kepada keluarga Andi Baso.

Kedekatan antara Ahok dan keluarga Andi Baso juga terlihat, saat Ahok menyempatkan diri mengantar dan mengangkat keranda sang ibu angkat hingga ke peristirahatan terakhirnya pada 2014 lalu.

Cerita Ahok yang Overdosis Gara-gara Dokter Kejar Target Obat

WaktuCom - Jakarta - Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bercerita pernah menjadi korban kelakuan dokter yang mengejar setoran penjualan obat. Akibatnya, Ahok sampai overdosis gara-gara kebanyakan dikasih obat oleh dokter itu.

"Dokter-dokter kita di swasta lebih berbahaya soal overdosis karena (sistem) fee for services," kata Ahok di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jl Kamal Raya Bumi Cengkareng Indah, Jakarta Barat, Selasa (31/5/2016).

Ahok menyampaikan hal ini dalam sambutannya di acara hari ulang tahun RSUD Cengkareng ke-13. Turut hadir Direktur Utama RSUD Cengkareng Sugino Kesuma Karo Karo.

Melanjutkan ceritanya soal dirinya yang pernah kelebihan dosis obat, awalnya Ahok melakukan check up di rumah sakit. Dokter menyarankan agar Ahok melanjutkan pemeriksaan ke bagian tubuh yang lain.

"Saya check up, dokter berkata kayaknya pendengaran bapak yang kiri perlu dicek spesialis deh. Tenggorokan bapak juga perlu diperiksa. Empedunya juga perlu diperiksa," kata Ahok menirukan saran dokter.

Menanggapi saran dokter yang memeriksanya kala itu, Ahok hanya mengiyakan saja dan menuruti. Bagian-bagian yang disarankan untuk diperiksa, akhirnya diperiksa, dan obat harus ditebus dengan uang.

"Dikasih segepok obat, akhirnya saya minum semua," kata Ahok.

Sebagai pasien yang baik, Ahok mengikuti resep dokter meminum obat-obat itu. Tapi justru resep dokter malah membikin tubuh Ahok bereaksi aneh. Badannya gemetaran.

"Badan saya jadi gemeter," kata Ahok.

Merasa ada yang aneh, Ahok menelepon adiknya yang kebetulan berprofesi sebagai dokter. Adiknya menyatakan Ahok telah kelebihan obat alias overdosis.

"Saya telepon adik saya yang dokter. Dia bilang, 'kamu kebanyakan obat. Sudah, minum susu saja.'," kata Ahok menirukan saran adiknya.

Akhirnya Ahok membuang segepok obat-obatan yang diberikan dokter swasta sebelumnya. Ahok adalah putra dari ibu yang punya usaha apotek. Pilihan untuk membuang obat-obat itu tentu akan disesalkan ibunya Ahok bila diketahui, Ahok berkelakar.

"Aku buang saja lah. Kalau ketemu ibu saya bisa dimarahi, karena bisa dijual itu obat," kata Ahok disambut tawa dua ratusan orang yang hadir di ruangan Aula Gambang Kromong ini.

Kejar setoran penjualan obat yang dilakoni dokter-dokter swasta ini akibat sistem fee for services, yakni pembayaran per pelayanan. Namun sekarang, RSUD-RSUD di Jakarta menerapkan sistem INA CBGs (Indonesia Case Base Group), yakni model pembayaran kepada rumah sakit per paket pelayanan yang diterapkan untuk pasien. Sistem INA CBGs bisa mengkondisikan agar rumah sakit tak mengejar penjualan obat.

"Dengan fee for services, kita bisa overdosis," kata Ahok.

Di pengujung sambutan, Ahok berucap selamat ulang tahun untuk RSUD Cengkareng, semoga bisa mengejar target menjadi rumah sakit terbaik se-Asia Tenggara pada 2020. Ulang tahun ke-13 ini bukanlah periode buruk. Angka 13 adalah angka keberuntungan.

"13 Itu bukan angka sial kalau anda ngerti matematika. Karena 1 tambah 3 itu empat, empat itu pondasinya kuat karena empat kaki," tandas Ahok disambut tepuk tangan.

"Ahok Lover" dari Luar Jakarta Pun Hadir di "Teman Ahok Fair"

WaktuCom - JAKARTA — Dalam acara Teman Ahok Fair, "Teman Ahok" memasang Papan Aspirasi yang menjadi tempat pengunjung menuliskan aspirasinya untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Menariknya, papan tersebut bukan hanya diisi oleh aspirasi warga Jakarta saja, melainkan juga warga di luar Jakarta.

"Aku dari Tangerang Selatan, tetapi aku ke sini. Ahok lover," tulis salah satu pengunjung di Papan Aspirasi, Minggu (29/5/2016).

Kegiatan Teman Ahok Fair memang tidak terbatas untuk warga Jakarta saja. Tidak ada kewajiban bagi pengunjung untuk menunjukan KTP DKI agar bisa masuk. Asalkan membeli tiket masuk, warga luar Jakarta pun bisa hadir.

Teman Ahok Fair sendiri digelar di Gudang Sarinah Ecosystem, Jalan Pancoran Timur, Jakarta Selatan.

"Kalau saja KTP Bogor bisa dikumpulin, sudah saya kumpulin buat Pak Ahok. Semangat warga Jakarta dan Teman Ahok buat pengumpulan 1 juta KTP," ujar Gerry Christian. (Baca: Sejuta Harapan di "Teman Ahok Fair")

Salah seorang warga Bekasi menulis dia memang tidak bisa memberikan dukungan data KTP kepada Ahok. Namun, dia berharap kedatangannya ke Teman Ahok Fair bisa membantu pembiayaan untuk memenuhi syarat administrasi pendaftaran calon independen ke KPU.

"KTP gue bukan buat Ahok karena gue orang Bekasi. Gue hanya bisa suport semaksimal yang gue mampu," ujar warga tersebut tanpa menuliskan namanya di Papan Aspirasi.

Hari ini adalah hari terakhir penggalangan dana lewat acara Teman Ahok Fair. Saykoji, Float, dan Mocca akan hadir pada hari terakhir ini. Ahok juga akan datang menjumpai warga pendukungnya. Harga tiket masuk yang dikenakan adalah Rp 25.000 untuk tiket presale dan Rp 35.000 untuk tiket yang dibeli di lokasi.

Makna Pelukan Tak Sekedar Ungkapan Cinta

WaktuCom - Jakarta - Pelukan merupakan simbol kasih sayang. Baik pria atau wanita menyukai dipeluk oleh orang yang dia dicintai atau disayang. Begitu banyak perasaan damai ketika seseorang dipeluk mulai merasa disayang, dilindungi, hingga perasaan aman.

Namun dibalik itu semua, pelukan memiliki beragam makna, tak sekedar kasih sayang. Bahkan kita juga dapat mengetahui perasaan pasangan ketika mereka memeluk. Apakah mereka sedang bahagia atau sedih.

Berikut ini adalah makna dari setiap pelukan yang wajib anda ketahui, seperti ditulis Stomp, Minggu (22/5/2016):

Pelukan erat
Ini menandakan pasangan begitu nyaman ketika bersama Anda. Ia merasa tak sendiri, ia juga tak ingin kehilangan. Pelukan ini menjadi tanda rasa cinta yang begitu mendalam.

Pelukan dari belakang
Ketika ada orang yang memeluk dari belakang, tandanya ia ingin melindungi. Ia ingin mengatakan jika semuanya akan baik-baik saja. Tak ada masalah yang tak memiliki jalan keluar.


Pelukan dari samping
Ini tandanya ia adalah tipe orang yang protektif. Ia ingin Anda tahu jika ia akan selalu berada di samping Anda untuk melindungi Anda kapan pun.

Pelukan cinta
Saling memeluk dan melepasakan secara perlahan. Ini tandanya kalian saling memiliki satu sama lain. Hubungan yang kalian jalani memiliki kisah yang bahagia dan menyenangkan.

Saling menatap
Ketika pasangan anda memeluk sambil menatap wajah anda, ini tandanya ia begitu mencintai anda. Ia memiliki rasa yang begitu dalam dan tidak ingin kehilangan.

Ahok Ajak Wali Kota Hingga Lurah Nonton Bareng 'My Stupid Boss'

WaktuCom - Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajak para anak buahnya mulai dari wali kota, camat hingga lurah di DKI Jakarta menonton film di bioskop. Film yang ditonton yakni 'My Stupid Boss'.

Lokasi nonton bareng ini berada di XXI Epicentrum, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2016). Ahok terlihat mengenakan kemeja batik warna biru dan duduk di bagian tengah.

Turut hadir wali kota se-DKI Jakarta dan 1 Bupati Kepulauan Seribu. Hadir sebanyak 267 lurah, 44 camat, 10 orang kepala biro, 15 orang kepala badan, 13 orang Asisten dan Deputi serta 20orang dari dinas-dinas Pemprov DKI.

Kedua orang pemeran utama film ini, Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari juga turut menemani Ahok menonton. Film yang disaksikan Ahok ini bergenre drama komedi. Selama pemutaran film, Ahok terlihat menikmati dan sesekali tertawa. Ahok memang kerap mengajak jajarannya menonton film bersama.

Film yang ditonton Ahok tersebut menceritakan tentang hubungan kerja antara boss yang absurd dengan karyawannya bernama Bossman yang diperankan Reza Rahadian.

Bossman adalah orang Indonesia yang memiliki perusahanan di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun perusahaan itu tidak memiliki aturan pasti sehingga sering menyebabkan kekacauan.

Kekacauan itu tak lain disebabkan oleh Bossman sendiri yang menerapkan prinsip 'Bossman Always Right'. Dalam film itu, seorang pegawai perusahaan bernama Diana yang diperankan Bunga Citra Lestari, sering direpotkan kelakuan Bossman yang aneh-aneh.

Penampakan Veronica Tan Saat Ahok Selfie dengan Dian Sastro

WaktuCom - Jakarta -Foto Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tiba-tiba jadi bahan bercandaan netizen di dunia maya. Bagaimana tidak, tampang sang isteri, Veronica Tan cemberut saat Ahok diajak berfoto selfie oleh Dian Sastrowardoyo, pemeran Cinta dalam film "Ada Apa dengan Cinta 2".

Foto lucu itu pertama kali diunggah oleh Ahok di instagramnya @basukibtp dengan caption yang tak kalah menggelitik "Bisa panjang ceritanya". Sejak itu, foto ini diunggah ulang oleh para netizen sehingga mengundang banyak komentar.
Dalam foto itu, Ahok dan Dian Sastro sibuk berfoto selfie usai nonton bareng film "Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC 2)" di Djakarta Theater, Jakarta. Saat itu, Ahok mengajak Veronica Tan untuk mendampinginya nonton bareng bersama wartawan dan staf yang bertugas di Balai Kota DKI Jakarta.

Namun, saat Ahok berfoto selfie, Veronica yang berjarak agak jauh itu memasang wajah cemberut sambil memegang botol air mineral.

Foto yang dipasang di instagram Ahok ini pun menuai 3.349 komentar. Serta disukai oleh 35,2 ribu orang.

Seperti komentar dari @wiidyasp Sepertinya bakaL akan tidur di luar malam ini.

Ada pula dari @firdausfarisqi Ahok...apa yang kamu lakukan padaku itu jahat.

Kemudian beberapa komentar lainnya seperti dari @sriyohanasimanjuntak hahahha...Bu gubernurnya udah bt bangat tuhhh..

@yogiangga_94 Wah sampek diremes remes botol air mineralnya pak @basukibtp

@le_ndan17 Tunggu film berikutnya : Civil War IV, Ahok vs Vero.

Saat Jokowi Terpingkal-pingkal Dengar Santri Sebut Ahok Sebagai Menteri

WaktuCom - Magelang - Acara peringatan Isra Mi'raj yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah berlangsung ramai. Bukan saja karena ribuan santri yang hadir, tapi suasana acara itu membuat Presiden Jokowi terpingkal-pingkal.

Suasana itu terjadi saat Presiden Jokowi mengakhiri sambutannya dengan membagikan 5 sepeda kepada santri. Sepeda itu diberikan kepada santri yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Jokowi.

"Tadi saya bawa 5 sepeda, akan saya berikan kepada santri yang bisa jawab pertanyaan saya. Tunjuk jari saja spontan. Saya bingung tanya ke santri, kalau suruh ngaji ya pintar semua. Ya sudah, tanya umum saja," ucap Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan di Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jateng, Rabu (4/5/2016) malam. Jokowi tampak mengenakan kemeja putih dan jas, dengan sarung dan kopiah hitam. Hadir ribuan santri pria di acara itu.

Hadir juga Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Tim Komunikasi Presiden Ari Dwi Payana, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko dan pejabat setempat. Mereka kompak berkopiah.

"Indonesia ada 34 provinsi, sebutkan 7 saja, Hayo..." kata Jokowi. Spontan para santri mengacungkan tangan.

Jokowi lalu memilih satu santri di hadapannya untuk maju ke depan dan menyebutkan 7 provinsi yang ditanyakan. "Apa saja?" kata Jokowi ke santri itu.

"Jawa Barat," ucapnya.

"Terus?" tanya Jokowi lagi.

"Jawa Tengah," lanjut si santri. Lalu dia menyebutkan Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Bali dan Sulawesi Utara.

"Luar biasa pinter banget. Dah, ambil saja sepedanya, milih," timpal Jokowi santai meminta santri memilih sepeda.
Di sisi panggung memang sudah ada 5 sepeda yang bisa dipilih. Tapi si santri ini tampaknya bingung. Sepeda itu terlihat lebih tinggi dari perawakannya. Jokowi juga melihat si santri ini agak lama memilih sepeda.

"Disuruh milih kok bingung.." kata Jokowi tekekeh disusul tawa santri.

Pertanyaan berikutnya, Indonesia memiliki 516 kabupaten dan kota se-Indonesia. Jokowi meminta santri menyebukan 7 kabupaten/kota saja. Lalu santri yang mengacung di sisi kanan Jokowi diminta maju.

"Magelang, Kebumen, Kendiri.. Lamongan, Jogja, Kendal, Solo," jawa si santri bernama Fajar terbata-bata.

"Apa yang terakhir?" tanya Jokowi.

"Solo pak," jawab si santri bersarung itu yang membuat Jokowi terkekeh.

"Dah, ambil pilih.." sahut Jokowi meminta si anak memilih sepeda.

Pertanyaan ketiga, Jokowi meminta santri yang hafal Pancasila untuk maju ke depan. Tampaklah seorang santri yang diminta Jokowi maju.

"Satu, Ketuhanan Yang Maha Esa.." kata si santri.

"Dua?" tanya Jokowi sambil memegang pundak si santri.

Tapi santri itu tampak kebingungan alias grogi, mungkin karena dirangkul Jokowi. Santri itu mengulang menjawab dari sila pertama. Akhirnya bisa jawab sampai akhir, tapi ada yang salah pada sila keempat.

"Kerakyatan yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan," jawab santri.

"Empat ulangi?" pinta Jokowi.

Santri itu mengulang beberapa kali dan akhirnya bisa menyelesaikan Pancasila. "Sebetulnya bisa dan di luar kepala, tapi disoraki terus. Ya udah ambil sepedanya," sahut Jokowi disusul tepuk tangan santri.

Pertanyaan berikutnya. "Menteri kabinet kerja ada 34, sebutkan 3 saja," tanya Jokowi. Kali ini giliran santri yang di tengah diminta maju.

"Bismillahirrahmanirrahim.." kata santri sebelum menjawab.

"Nomor satu.. Ahok!" sebutnya lantang. Sontak tamu undang tertawa, termasuk Presiden Jokowi.

"Coba ulangi, sebutkan 3 menteri kabinet kerja," tanya Jokowi lagi.

"Nomor satu, Megawati..!" sahut si anak dengan suara lantang. Disusul tawa Jokowi dan undangan lagi.

"Terus?" tanya Jokowi.

"Nomor satu Megawati. Nomor dua Ahok. Nomor tiga Prabowo!" si santri mantap dengan jawabanya, tapi Jokowi tertawa.

"Ha..ha.. Udah, ambil sepedanya..' kata Jokowi tak ambil pusing.

Sisa satu sepeda lagi. Jokowi minta satu santri maju lebih dulu. Akhirnya seorang santri ditunjuk maju, tapi rupanya dia tak diajukan pertanyaan.

"Dah, ambil sepedanya langsung," ucap Jokowi disusul riuh ribuan santri yang tak kebagian sepeda.

Bagi-bagi sepeda seperti ini memang sering dilakukan Jokowi saat kunjungan ke daerah. Pertanyaannya bisa macam-macam dan kadang tak harus benar karena hanya untuk menghibur.

Usai pembagian sepeda itu, Jokowi dan rombongan lalu pegi menuju lokasi lain menemui tokoh masyarakat. Setelah itu bergerak ke Wisma Negara Yogyakarta untuk menginap sampai Kamis (5/5) .

Harga Rokok di Indonesia Paling Murah Sedunia

WaktuCom - Jakarta Sebuah survei yang dilakukan Deutsche Bank 2015 mengungkap fakta menarik. Harga rokok di Indonesia diklaim paling murah sedunia atau sekitar Rp 17 ribu per bungkus. Sedangkan di Australia mencapai Rp 423 ribu per bungkus.


Seperti dilansir Dailymail, Kamis (5/5/2016), Australia belum lama ini menaikkan pajak rokok. Harganya melambung bahkan lebih mahal ketimbang Inggris seharga Rp 177 ribu per bungkus atau Amerika Rp 172 ribu per bungkus.

Meski memicu kemarahan sejumlah perokok di negara Kanguru ini, namun hal ini disambut baik oleh pakar kesehatan masyarakat Prof Simon Chapman. Dia setuju harga rokok tinggi.

"Harga sangat penting untuk mempertimbangkan seseorang merokok. Sekali lagi, Australia memimpin dalam hal ini," ujarnya.

Hal senada disampaikan Cancer Council CEO Professor Sanchia Aranda. Menurutnya, kenaikan cukai rokok akan mencegah puluhan ribu kematian akibat kanker.

"Sebanyak 320.000 perokok akan berhenti dan 40.000 remaja akan terhindar untuk merokok," katanya Aranda.

Di sisi lain, Imperial Tobacco Australia dengan tegas menolak kenaikan pajak, dan menuduh konsultan kesehatan Australia, Scott Morrison telah keluar dari ajaran agama dan tidak mempedulikan perokok.

Berikut gambaran kisaran harga rokok di sejumlah negara:

1. Melbourne, Australia Rp 244 ribu per bungkus
2. Sidney, Australia Rp 224 ribu per bungkus
3. Auckland, New Zealand Rp 209 ribu per bungkus
4. Wellington, New Zealand Rp 199 ribu per bungkus
5. London, Inggris Rp 177 ribu per bungkus
6. New York, Amerika Serikat Rp 172 ribu per bungkus
7. Toronto, Kanada Rp 115 ribu per bungkus
8. Zurich, Swiss Rp 110 ribu per bungkus
9. Paris, Prancis Rp 101 ribu per bungkus
10. Hongkong Rp 95 ribu per bungkus
11. Berlin, Jerman Rp 77 ribu per bungkus
12. Tokyo, Jepang Rp 49 ribu per bungkus
13. Malaysia Rp 46 ribu per bungkus
14. Beijing, Cina Rp 43 ribu per bungkus
15. Meksiko Rp 30 ribu per bungkus
16. Afrika Selatan Rp 37 ribu per bungkus
17. Moskow, Rusia Rp 18 ribu per bungkus
18. Indonesia Rp 17 ribu per bungkus

Senangnya Bocah Papua Dapat Buku Tulis dari Jokowi

WaktuCom - Jayapura -Terik panas matahari yang begitu menyengat siang itu, tak menyurutkan anak-anak berkumpul di pelataran parkir Pasar Doyo Baru, Kecamatan Waibu, Kota Jayapura, Papua. Waktu menunjukan pukul 11.30 WIT.

Puluhan bocah ini menunggu di dekat mobil berplat RI-1. Tak lain yang ditunggu mereka adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi sendiri baru saja menyelesaikan penggunaan peresmian Pasar Doyo Baru, pada Sabtu (30/4/2016).

Yang ditunggu datang, Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini langsung masuk ke mobilnya, setelah sebelumnya menyempatkan berkeliling di pasar. Salah seorang anggota Paspampres langsung meminta anak-anak yang rata-rata masih duduk di bangku SD ini mendekat ke mobil RI-1 tersebut.

"Anak-anak ayo ambil buku sama Pak Presiden. Cepat-cepat," ujarnya lantang.

Sontak, mobil Presiden yang sudah siap-siap tancap gas ini dikerubungi anak-anak yang menghampiri jendela mobil. Puluhan anak langsung berlarian girang berebutan buku tulis yang dibagikan Jokowi.

Ditemani Ibu Negara Iriana Jokowi, Jokowi membagikan ratusan buku tulis pada anak-anak yang datang bersama orang tuanya ke Pasar Doyo Baru sejak pagi hari, demi melihat Presiden yang ditunggu.

Setiap anak mendapat 5 buku tulis setebal 50 halaman tersebut. Morensayomi salah satunya. Dengan senyum sumringah, bocah kelas 5 SD Inpres Negeri Doyo Baru ini memperlihatkan buku pemberian Presiden.

"Senang sekali dapat buku dari Presiden. Buat belajar, kerjakan PR," kata Morensayomi.

Siswa yang bercita-cita jadi pemain bola seperti Boas Salosa ini bercerita, dia langsung berlari begitu melihat teman-temannya mengerubungi mobil Jokowi.

"Lari-lari tadi. Akhirnya dapat 5 buku," kata Morensayomi senang.

Pemilik Shio Ini Bakal Ketiban Hoki di Tahun Monyet Api

WaktuCom - Masyarakat Tionghoa merayakan tahun baru imlek yang menandakan pergantian dari tahun kambing kayu ke tahun monyet api pada Senin (8/2/1016). Masuknya tahun monyet api ini diyakini b‎akal memberikan keberuntungan bagi orang yang memiliki Shio tertentu. Lantas Shio apa yang akan mendapat hoki pada tahun ini?

Analis Fengshui Ferry Wong mengatakan, selain Shio monyet, orang yang memiliki Shio naga dan tikus juga akan mendapatkan keberuntungan pada tahun yang disebut juga ‎tahun Bing Shen ini.

"Shio yang paling bagus itu naga dan tikus, bintang keberuntungannya ada di Shio itu,"

Dia menjelaskan, yang dimaksud dengan mendapatkan bintang keberuntungan yaitu pemilik Shio tersebut akan mendapatkan kemudahan dalam berusaha, bekerja, dan soal kehidupan sosial. Namun demikian, pemilik Shio naga dan tikus tetap harus memiliki usaha yang keras jika ingin mencapai sesuatu.

"Tetapi karena mereka lebih hoki di tahun ini, jadinya kalau melakukan sesuatu itu akan lebih mudah dibandingkan dengan pemilik Shio lain. Tetapi tetap butuh kerja keras," kata dia.

Sementara yang dinilai perlu waspada pada tahun monyet api ini yaitu pemilik Shio macan, babi, dan ular. Ketiga Shio ini dinilai berseberangan dengan tahun monyet api.

"Yang perlu waspada itu macan, babi, dan ular. Dari analisa, ini berseberangan, jadi perlu waspada," lanjutnya.

Meski demikian, kata Ferry, pemilik ketiga Shio ini bukannya tidak memiliki kesempatan untuk berusaha dan bekerja di tahun ini. Hanya saja, pemilik Shio tersebut harus ekstra kerja keras untuk mencapai target yang diinginkan.

"Peluang untuk berusaha masih ada, tetapi lebih berat ketimbang Shio naga dan tikus, harus ekstra kerja keras. Jadi bagi yang hoki (Shio naga dan tikus) usahanya lebih gampang. Kalau yang perlu waspada (macan, babi, dan ular) usahanya harus lebih keras lagi, supaya bisa mendapatkan hasil," tandasnya.

Berikut daftar tahun kelahiran berdasarkan Shio:

1. Naga: ‎1940, 1952,1964, 1976, 1988, 2000, 2012
2. Tikus: 1936,1948,1960,1972,1984, 1996,2008
3. Monyet: 1944,1956,1968,1980,1992, 2004, 2016
4. Macan: 1938, 1950, 1962, 1974, 1986, 1998, 2010
5. Babi: 1947, 1959, 1971, 1983, 1995, 2007, 2019
6. Ular: 1941, 1953, 1965, 1977, 1989, 2001, 2013
7. Kerbau: 1937, 1949, 1961, 1973, 1985, 1997, 2009
8. Kelinci: 1939,1951, 1963, 1975, 1987, 1999, 2011
9. Kuda: 1942, 1954, 1966, 1978, 1990, 2002, 2014
10. Kambing: 1943, 1955, 1967, 1979, 1991, 2003, 2015
11. Ayam: 1945, 1957, 1969, 1981, 1993, 2005, 2017
12. Anjing: 1946, 1958, 1970, 1982, 1994, 2006, 2018.

Siapakah orang asli pribumi Indonesia?

Dalam konteks sosial masyarakat Indonesia modern, seringkali kita jumpai istilah "pribumi" yang biasanya mengacu pada identitas orang asli di daerah tertentu. Memang secara umum kita mengenal klasifikasi umum etnis kesukuan lokal Indonesia, misalnya orang Batak itu di Sumetera Utara, orang Sunda itu di Banten dan Jawa Barat, orang Minang di Sumatera Barat, orang Bugis di Sulawesi Selatan, orang Dayak di Kalimantan Tengah dan Barat, dlsb. Namun di sisi lain, istilah "pribumi" ini sendiri juga kerap digunakan sebagai pembeda antar golongan masyarakat yang dianggap sebagai orang/suku/etnis asli Indonesia dengan mereka yang dianggap sebagai "kaum pendatang".

Dikotomi antar istilah 'pribumi' dan 'pendatang' ini menjadi polemik tersendiri dalam konteks sosial bermasyarakat di Indonesia. Tapi pernah gak sih lo berpikir siapa sebetulnya orang asli pribumi di Indonesia ini? Apakah memang orang Jawa itu orang asli pribumi daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur? Sejak kapan saudara kita Orang Jawa yang medok itu tinggal di Pulau Jawa? Mungkin kalo kita bertanya pada orangtua atau guru, jawabannya cuman 'sudah dari sono-nya'. Tapi apakah kita puas dengan jawaban semacam itu?

Nah, dalam kesempatan ini, gua mau mengupas pertanyaan "Siapakah orang asli pribumi Indonesia" dengan tinjauan sejarah. Dari mulai sejak kelompok manusia pertama yang datang ke Indonesia, hingga kelompok-kelompok berikutnya. Dari penjabaran gua di bawah ini, moga-moga kita semua jadi semakin paham konteks 'pribumi' dan 'pendatang', sekaligus menjawab siapakah orang yang pantas disebut sebagai orang asli pribumi Indonesia, dan siapakah yang sebetulnya 'hanya' kaum pendatang. Yuk kita mulai cerita sejarahnya!

Halaman Intro 1  2  3  4  5  6  7

Kedatangan etnis Arab (Semit, Arabic, dkk)

Kedatangan etnis Arab di Kepulauan Nusantara berbeda dengan Tionghoa dan India, karena tidak punya gelombang khusus yang menandai kedatangan mereka secara masal, melainkan secara gradual, perlahan namun konsisten. Sejak abad 7 Masehi, etnis Arab datang ke Indonesia untuk berdagang dan sebagian untuk menyebarkan agama Islam. Sebagian dari mereka ada yang kembali tapi tidak sedikit juga yang memutuskan untuk menetap di wilayah Nusantara. Bahkan sebagian dari etnis Arab sangat membaur dengan masyarakat lokal seperti para pedagang Arab di Kepulauan maluku dan Nusa Tenggara sehingga mengadopsi nama keluarga lokal di sana. Beberapa kelompok lain, membuat komunitas semi ekslusif, terutama ketika jaman pendudukan Belanda, dimana etnis Arab juga sempat difasilitasi oleh pemerintahan Hindia Belanda dengan dibuatkan perkampungan khusus untuk keturunan Arab di daerah Koja Batavia.

Mayoritas keturunan Arab di Indonesia memiliki leluhur dari daerah Hadramaut (Yemen), dan sebagian dari Arab Hijazi (Saudi, Qatar, Oman, Kuwait, dsb). Lucunya, saat ini jumlah masyarakat keturunan Hadramaut di Indonesia malah jauh melebihi jumlah masyarakat di tempat asal leluhur mereka sekarang di Republik Yemen. Demikianlah, latar belakang sejarah singkat (banget) tentang pembauran etnis Arab di Nusantara. Itulah sebabnya, banyak nama-nama dan marga dengan corak Arab yang sering kita jumpai pada teman sekelas, tetangga, tokoh nasional, maupun para selebriti, seperti nama Assegaf, Shihab, Baswedan, Albar, Alatas, Jamal, dll. Tentunya pembauran etnis Arab ini juga semakin memperkaya diversity di Indonesia.

Jadi siapa dong orang pribumi asli Indonesia?

Dari pembahasan panjang gua di atas, mungkin rasanya akan semakin sulit untuk menjawab pertanyaan "Siapakah orang asli pribumi Indonesia?". Memang wajar kalo lo jadi makin merasa bingung ngejawabnya, karena memang pada dasarnya konteks "orang asli pribumi" saja sudah rancu. Dalam tinjauan sejarah, daerah Nusantara ini pada mulanya adalah tanah tak bertuan, sampai akhirnya banyak kedatangan para pendatang sejak jaman Homo erectus, hingga berbagai banyak jenis dan rumpun manusia dateng dan akhirnya nyebut Nusantara ini sebagai rumah mereka.

Dalam polemik sosial masyarakat modern Indonesia, sebetulnya definisi dari 'kaum pribumi' itu sendiri sangat rancu. Jika indikator 'pribumi' adalah masyarakat yang paling lama tinggal, maka berarti yang pantas disebut pribumi asli Indonesia adalah Homo erectus yang tinggal di Nusantara ini selama kurang-lebih 1,5 juta tahun. (itu lama banget men!!) Tapi jika definisi 'pribumi' itu adalah manusia modern (Homo sapiens) yang pertama datang ke Bumi Nusantara, maka jawabannya adalah rumpun Melanesia yang sekarang direpresentasikan oleh suku-suku di Papua. Nah lho...apakah itu berarti orang pribumi Indonesia itu cuma orang Papua?? Terlepas dari semua definisi itu, gua pribadi sebagai guru sejarah, berpendapat bahwa...

pada hakikatnya, semua manusia yang ada Indonesia itu adalah pendatang.

Jadi ya memang betul bahwa warga keturunan Arab (semit), India (dravida, tamil), dan Tionghoa (sino-tibetan) di Indonesia adalah pendatang, sebagaimana orang Melayu (austronesia) dan Papua (melanesia) di Indonesia juga adalah pendatang. Bumi Nusantara dulunya adalah tanah tak bertuan hingga para manusia dari berbagai rumpun kesukuan berdatangan silih berganti dan mengklaim tanah ini adalah milik mereka, kekuasaan jatuh-bangun dari jaman Kerajaan, Hindia Belanda, sampai akhirnya kini menjadi negara Indonesia yang mewarisi keanekaragaman yang luar biasa. Perlu kita ingat bahwa kekayaan budaya yang kita nikmati sekarang ini lahir dari proses asimilasi, menerima perbedaan budaya, menghasilkan budaya campuran, dan akhirnya menjadi identitas bangsa yang baru, bernama Indonesia. Demikianlah pembahasan gua tentang asal-usul kedatangan manusia yang menjadikan keanekaragaman etnis yang sangat kaya di Indonesia, moga-moga bermanfaat dan menambah pengetahuan lo semua!

Halaman Intro 1  2  3  4  5  6  7

 
WaktuCom: Kumpulan Berita Online Terpercaya