Selamat Datang di WaktuCom Kumpulan Berita Terpercaya
Tampilkan postingan dengan label KRIMINAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KRIMINAL. Tampilkan semua postingan

Ahok: RS di Jakarta Aman dari Vaksin Palsu

WaktuCom - Jakarta - Publik digegerkan oleh ulah pasutri Rita Agustina dan Hidayat Taufiqurahman beserta komplotannya yang menjalankan bisnis vaksin palsu. Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) memastikan Jakarta aman dari peredaran vaksin palsu tersebut.

"DKI aman lah," ungkap Ahok saat dikonfirmasi mengenai kasus ini di Gedung Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/6/2016).

Pihak Bareskrim sendiri sebelumnya menyatakan ada 4 rumah sakit di Jakarta yang terindentifikasi menjual vaksin palsu. Namun menurut Ahok, bisa saja yang dimaksud bukan DKI melainkan di daerah-daerah sekitarnya.

"Saya nggak tahu, apa itu di DKI atau di luar DKI karena kepolisian itu kan Polda Metro Jaya termasuk Tangerang, Depok, Bekasi juga," ujar Ahok.

Sebelumnya Direktorat Tipideksus Bareskrim Polri terus menyelidiki kasus pembuatan dan peredaran vaksin palsu dan menyebut ada vaksin palsu yang beredar di wilayah Jakarta. Untuk penyebaran di RS menurut Direktur Tipideksus Brigjen Agung Setya dilakukan oleh oknum.

"Rumah sakit kita baru mengidentifikasi pada empat (RS). Iya masih di Jakarta," kata Agung, Senin (27/8).

Bukan hanya di rumah sakit, peredaran vaksin palsu di Jakarta juga ada di dua apotek. Namun Bareskrim enggan menyebut lebih rinci nama atau insial empat rumah sakit dan dua apotek itu.

"Sudah ada (pihak RS yang kita mintai keterangan). Hanya kita minta penjelasan," tuturnya.

Oknum Anggota IPK Ditangkap Polsek Medan Baru

WaktuCom, Medan – Oknum anggota Ikatan Pemuda Karya (IPK) ditangkap petugas Polsek Medan Baru karena menyebarkan proposal Tunjangan Hari Raya (THR) lebaran, Kamis (23/6/2016).

Petugas mengamankan oknum anggota OKP bernama Junaidi (28), warga Jalan PWS, karena dinilai melakukan aksi premanisme dan meresahkan pengusaha.

Informasi yang dihimpun medansatu.com dari Mapolsek Medan Baru, Junaidi tercatat sebagai anggota pengurus ranting IKP Kelurahan Sei Putih Timur. Dalam aksinya, ia menyebar proposal permintaan THR ke showroom mobil Jati Mas, Medan.

“Barang bukti yang diamankan, yakni 1 satu paket sabu, 10 lembar amplop Proposal, 5 blok kwitansi kosong dan uang tunai hasil pengutipan sebesar Rp 64 ribu,” kata Kapolsek Medan Baru, Kompol Roni Bonic SIK SH MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Adhi Putranto Utomo dan Panit Reskrim, Ipda Galih STK.

Dijelaskan Adhi Putranto Utomo, tersangka diamankan saat melakukan pungli di Jalan Ibus Raya tepatnya di Showroom Jatimas, Medan. “Kita menerima laporan adanya pungli dan kita langsung turun dan mengamankan tersangka,” beber Adhi.

Dijelaskan Adhi, tersangka melakukan pungli dengan modus dana partisipasi Hari Raya Idul Fitri. Saat ini tersangka masih diperiksa intensif untuk mengetahui kemana saja proposal itu disebar.

“Tersangka dijerat dengan pungli dalam KUHP dan UU No 5 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 15 tahun,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polresta Medan meminta pemilik usaha mewaspadai aksi premanisme dengan modus proposal THR jelang lebaran. Pemilik toko, kantor, dan lembaga tertentu diminta tak melayaninya dan segera melapor ke Polresta Medan.

Warga yang merasa menjadi korban aksi pemerasan dengan modus uang THR ini diminta melapor langsung atau menelepon/SMS ke nomor 085263299194 atau 081376670983 milik Tim Pemburu Preman Satuan Sabhara Polresta Medan.

“Banyak proposal yang beredar jelang lebaran ini, tak jarang dilakukan dengan paksaan. Kami mengimbau agar para pemilik toko atau pelaku usaha mewaspadai aksi premanisme yang meresahkan tersebut dan segera melapor,” kata Kasat Sabhara Polresta Medan, Kompol Siswandi, Selasa (21/6/2016).

Selain menyebarkan nomor pengaduan, Sat Sabhara Polresta Medan juga melakukan imbauan keliling menggunakan mobil pengeras suara di sejumlah pusat bisnis. Di antaranya di kawasan Jalan Palangkaraya, Jalan Asia, Asia Mega Mas, Jalan Nibung, Pasar Petisah, dan lainnya.

“Begitu ada laporan, langsung kita tindaklanjuti ke lokasi, dan mengumpulkan proposal-proposal itu, dan akan diteruskan ke Satreskrim,” pungkasnya.

Ibu Pemilik warung jatuh sakit usai dagangannya diangkut Satpol PP

WaktuCom - Jusriani perempuan berusia 50 tahun pemilik warung nasi di Pasar Induk Rau Kota Serang, sakit usai dagangan di warung nasi miliknya diangkut Satpol PP Kota Serang. Karena dinilai telah melanggar Perda Wali Kota yang membuka rumah makan di Bulan Ramadan di siang hari.

Jusriani yang biasa disapa Eni kini hanya bisa berbaring di warungnya, karena mengalami demam tinggi. Sedangkan warungnya yang sempat tutup selama beberapa hari kini telah buka dan dijaga oleh kerabatnya.

"Kena panas dingin karena kena kagetnya (saat barang dagang diangkut Satpol PP)," ujar Eni, Sabtu (11/6).

Eni menyayangkan warungnya digerebek Satpol PP. Eni menilai banyak warung lain yang buka, namun kenapa warungnya saja yang digerebek.

"Kan banyak yang buka restoran-restoran, kenapa warung saya saja yang digerebek sama Pol PP," kata Eni.

Diberitakan sebelumnya, Jusriani baru saja membuka warung makannya di lantai 2, Pasar Induk Rau Kota Serang. Hidangan sederhana menggugah selera kebanyakan sudah matang dan bersiap diserbu pelanggan. Bukannya didatangi pelanggan, warung nasi miliknya justru diobrak-abrik petugas keamanan.

Warung nasi perempuan berusia 50 tahun itu digeruduk petugas Satpol PP. Makanan buatannya banyak disita. Petugas merasa bahwa Jusriani telah melanggar Perda karena membuka warung nasi pada siang hari di tengah bulang Ramadan.

Paras Jusriani mendadak berubah. Dia hanya pasrah dan menangis saat petugas Satpol PP Kota Serang mengangkut pelbagai makanan sederhananya, mulai dari ikan tongkol, telur balado, nasi maupun sayur dan lauk pauk lainnya.

"Ini (warung) baru buka. Ikan juga belum saya kasih sambel. Semuanya sudah diangkut (Satpol PP)," keluh Jusriani, Rabu (8/6).

Dia menyayangkan sikap Satpol PP Kota Serang mendadak mengangkut makanan dagangannya. Sebab, sejauh ini dia merasa belum mendapat imbauan tentang larangan menjual makanan di siang hari selama Ramadan. "Belum ada surat peringatan," tegasnya.

Hal serupa juga dialami Marfuah, pemilik rumah makan di kawasan Cikepuh, Kota Serang. Dia juga menangis melihat dagangannya diangkut petugas Satpol PP. Sambil memelas, dia merengek agar dagangannya tidak diangkut.

"Jangan dibawa dagangan saya. Kasihan Pak," ungkap Marfuah kepada petugas.

Waduh, Bendera Merah Putih Dicoret-coret Pelajar Saat Konvoi Kelulusan

WaktuCom - Kapolres Kepulauan Meranti menyesalkan sikap siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mencoret bendera merah putih saat konvoi kelulusan, Rabu (10/6/2015) siang. Tindakan penerus bangsa ini pun dianggap sangat memalukan karena tidak menghargai jasa pahlawan yang telah menumpahkan darah untuk mengibarkan merah putih di ujung tiang.

Siswa yang membawa bendera merah putih dicoret itupun digelandang ke Mapolres Meranti Jalan Pembangunan Selatpanjang.

“Tadi kalian lihat bagaimana kita mengagungkan bendera merah putih itu. Pagi pukul 06.00 WIB kita naikkan, dan pukul 18.00 WIB kita turunkan,” kata Pandra saat memberikan nasehat kepada penerus bangsa yang bersikap konyol itu.

Terkait alasan apakah bendera itu dikasih teman, sebagaimana alasan dua siswa SMP itu, kata merupakan perbuatan yang sangat memalukan. Kedua siswa yang membawa bendera merah putih bertuliskan DODIT itu dinilai tidak bisa menghargai jasa pahlawan yang sudah mengorbankan nyawa untuk menaikkan bendera itu ke tiang. “Hal ini sangat memalukan,” ujar Mantan Ajudan Kapolri Sutanto itu lagi.

Pada saat yang sama, Kapolres juga mengundang langsung Darmawan, Asisten Deputi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak yang kebetulan ada di Selatpanjang. Selain itu juga mengundang Kepala Kantor Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Meranti Syarifah Zumah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan M Arif, Kepala Sekolah (yang siswanya diamankan polisi) serta orang tua siswa.

Sekedar informasi, hingga malam hari polisi berhasil mengamankan 28 siswa yang saat konvoi ugal-ugalan. Dari ke 28 siswa itu, ada yang berasal dari SMP N 1, SMP N 2, SMP N 3, SMP N 4, SMP N 6, MTs Negeri, 1 orang mengaku dari SMA N 2, 1 orang mengaku dari SMA N 3, dan dua orang tidak sekolah tetapi ikut konvoi. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Dapat disampaikan pula, dua orang siswa SMP yang membawa bendera merah putih dicoret itu berasal dari SMP N 3 dan SMP N 6 Selatpanjang.

Ahok Dukung Hukuman Seumur Hidup Bagi Pelaku Kejahatan Seksual

WaktuCom - Jakarta - Kejahatan seksual memang sudah terjadi sejak dahulu kala, namun belakangan keprihatinan meningkat seiring perhatian publik yang muncul terhadap kasus-kasus terbaru, terutama anak-anak yang menjadi korbannya. Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) urun pandangan soal hukuman bagi pelaku kejahatan seksual.

"Kalau saya, tentu menganut hukuman seumur hidup," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Ahok tak setuju dengan hukuman mati, sekalipun bagi pelaku kejahatan seksual. Maka lebih baik pelaku kejahatan itu dihukum seumur hidup tanpa remisi. Sesungguhnya diskursus hukuman mati masih menjadi perdebatan fundamental.

"Saya kira inti masalah bukan di situ sebetulnya. Sama saja kayak kita berdebat, orang boleh dibunuh enggak, hukum mati enggak, kalau bawa narkoba? Bisa bertentangan," kata Ahok.

Bahkan Ahok menilai hukuman mati malah mengenakkan para pelaku kejahatan seksual. Alih-alih diakhiri hidupnya, lebih baik pelaku kejahatan itu diberi kesempatan bertobat, syukur-syukur bisa mengajak tobat pelaku kejahatan seksual lainnya.

"Tapi kalau dibunuh juga terlalu mudah. Kalau kita mau pikir jahat juga langsung dibunuh juga keenakan dia, karena langsung selesai," kata Ahok.

Saat ini Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) soal kekerasan seksual anak sedang disiapkan pemerintah. Pemerintah berharap DPR bisa menyetujuinya. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Malik Haramain optimis Perppu itu bisa menekan angka kejahatan seksual terhadap anak.

Perppu itu, rencananya, bakal mengatur hukuman pelaku pula, seperti hukuman mati, kebiri kimia, hingga pemasangan gelang khusus terhadap pelaku.

Polisi Cari Provokator Demo Ricuh di KPK, CCTV dan Rekaman Video Akan Diperiksa

WaktuCom - Jakarta - Polisi akan mengusut tuntas kasus demo ricuh di depan KPK. Polisi akan mencari provokator yang membuat demo ricuh.

"Melakukan lidik terhadap provokator," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, Jumat (20/5/2016).

"Mencari alat bukti lain berupa rekaman video baik dari humas Polres maupun CCTV dari KPK," tambah Awi.

Awi menjelaskan, para pendemo yang berasal dari sejumlah organisasi ini datang ke KPK sekitar pukul 15.10 WIB. Mereka membawa poster antara lain 'Tolak Penggusuran Luar Batang', 'Pribumi Harga Mati', 'Turunkan Ahok atau Revolusi'.

"Terjadi chaos antara massa pengunjuk rasa dengan petugas kepolisian yang berjaga disebabkan adanya lemparan-lemparan batu dan telor ke arah kepolisian, dengan hal tersebut dilakukan tindakan kepolisian guna mendorong mundur massa pengunjuk rasa. Pukul 15.30 WIB, massa berhasil didorong pihak kepolisian menuju ke utara Gedung KPK," terang Awi.

Sekitar pukul 16.30 WIB, massa membubarkan diri. Ada empat orang warga yang terluka akibat kasus ini.

"Kerugian yang diakibatkan atas kejadian tersebut beberapa kaca pospam KPK dan kaca halte busway pecah," tegas Awi.

TRAGIS!Seorang Perempuan di Jember Tewas Dibantai Saat Tidur Bersama Anak

WaktuCom - Jember - Seorang perempuan bernama Maimunah (28) warga Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru, ditemukan tewas dengan kondisi tubuh dipenuhi luka bacokan. Korban diduga dibunuh saat tidur di kamar bersama anaknya yang masih berusia 2 tahun.

Korban ditemukan pada Rabu (18/5) sekitar pukul 22.30 WIB. Sementara untuk pelakunya, dugaan mengarah kepada suami korban sendiri, berinisial Kr

"Informasinya, korban dan suaminya ini pisah ranjang sekitar satu bulanan. Sebelum korban ditemukan tewas, suaminya datang ke rumah korban. Jadi kuat dugaan pelakunya adalah suami korban sendiri," kata Kapolsek Sumberbaru AKP Edi Sudarto di sela memimpin olah tempat kejadian perkara, Kamis (19/5/2016) dini hari.

Mengenai motifnya, lanjut Edy, diduga suami korban jengkel karena korban menolak diajak rujuk. Namun pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikannya.

"Dugaan sementara pelaku membunuh korban karena tidak mau diajak rujuk. Tapi itu baru dugaan. Semuanya akan terungkap jika pelaku sudah tertangkap. Sekarang ini petugas di lapangan masih melakukan pengejaran," terang Edy.

Dari lokasi kejadian, polisi menyita celurit berlumuran darah yang diduga kuat digunakan pelaku membantai korban. Sementara itu menurut sepupu korban, Faisol (40), usai melakukan shalat isya' korban langsung tidur bersama anaknya di kamar depan.

"Kemudian suaminya masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel pintu. Itu pintunya rusak," kata Faisol di lokasi kejadian sambil menunjuk pintu yang rusak.

Setelah masuk, pelaku langsung masuk kamar dan mencacah korban dengan menggunakan celurit. "Saat suaminya mau kabur usai membacok korban, ibu korban sempat menghalangi agar suami korban tidak kabur. Tapi dia masih bisa kabur," tukas Faisol.

Asyik Selfie, Siswa SMP Tewas Terjatuh dari Lantai 5 Gedung Kosong di Koja

WaktuCom - Jakarta - Seorang siswa SMP bernama Agus Firmansyah (12) tewas akibat jatuh dari lantai 5 sebuah gedung kosong di Koja, Jakarta Utara. Agus jatuh karena terpeleset saat sedang selfie bersama teman-temannya.

Insiden itu terjadi di Kantor Imigrasi Jakarta Utara, Koja, Jakut, pada Rabu (4/5) malam. Kantor imigrasi tersebut kosong karena pembangunannya sudah lama terhenti.

"Jadi anak-anak itu main-main ke gedung imigrasi itu sama teman-temannya, terus foto-foto selfie. Dia terpeleset lalu jatuh," kata Kapolsek Koja Kompol Supriatno kepada detikcom, Kamis (5/5/2016).

Saat itu, Agus diantar oleh temannya yang bernama Iqbal ke Taman Rawabinangun untuk bertemu teman-temannya yang lain. Iqbal lalu kembali ke rumah dan tidak lama kemudian diberi tahu oleh teman lainnya bernama Ahmadi bahwa Agus jatuh di kantor imigrasi.

Dari pengakuan Ahmadi, disebutkan bahwa Agus jatuh karena kantor imigrasi tersebut kosong. Polisi lalu sudah melakukan olah TKP.

"Teman-temannya mau kami periksa," ujar Kompol Supriatno.

Cabuli Empat Siswanya, Guru SD Diringkus Polisi

WaktuCom - Personel Satuan Reskrim Polresta Medan mengamankan oknum guru berinisial TH (44) warga Jalan Gaperta, Helvetia yang dituduh melakukan pencabulan terhadap empat orang pelajar Sekolah Dasar.


Kanit PPA Satuan Reskrim Polresta Medan Iptu Gabriella Gultom di Medan, Jumat, membenarkan oknum guru tersebut telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

Empat pelajar Sekolah Dasar (SD) yang menjadi korban pelecehan itu, menurut dia, DNS (11), IAG (11), JA (11) siswa kelas V SD dan RRG (10) pelajar kelas IV SD, warga Helvetia Tengah.

"Tersangka diserahkan pihak keluarga korban ke Polresta Medan dan saat ini Berita Acara Pemeriksaan telah kita kirim ke Kejaksaan Negeri Medan," ujar Iptu Gabriella.

Ia menjelaskan, perbuatan cabul tersebut dilakukan tersangka kepada siswanya sejak bulan Februari 2016. Namun, akhirnya terbongkar pada bulan Maret 2016.

Bahkan, oknum guru tersebut melakukannya saat berada di sekolah dan rumah tersangka yang dijadikan tempat les.

Terbongkar kasus itu, berawal dari cerita mulut ke mulut orang tua murid bersama keluarga korban JA (11).

"Ketika itu, orang tua murid menyebutkan bahwa kelakuan oknum guru di sekolah SD ini aneh. Mendengar informasi tersebut, orang tua JA menanyakan kepada anaknya," ujar Gabriella.

Saat ditanya apa keanehan gurunya tersebut, JA mengaku telah menerima perlakuan tidak senonoh dari tersangka.

"Keluarga JA, kemudian membuat laporan sekaligus memboyong oknum guru TH ke Polresta Medan," katanya.

Dalam pemeriksaan, korban mengaku ada lagi temannya yang menjadi korban perbuatan tidak senonoh yang dilakukan tersangka. "Semuanya ada empat korban dan masih satu sekolah. Cuma yang menbuat pengaduan hanya keluarga JA," katanya.

Modus tersangka, ketika mengajar di sekolah atau les di rumahnya mempunyai cara tersendiri, yakni kalau anak muridnya bisa menjawab pertanyaan dicium pipinya dan dipeluk.

Dua Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Jakarta

WaktuCom - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di sejumlah wilayah Jakarta pada Sabtu (19/3/2016) dini hari.

Berdasarkan informasi dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, setidaknya ada beberapa peristiwa kecelakaan.

Pertama, kecelakaan lalu lintas melibatkan taksi bernomor polisi B 1942 CTB dengan Innova bernomor polisi B 111 LIU di Gerbang Tol (GTO) Kamal yang mengarah Pluit. Hingga saat ini, belum dilaporkan ada atau tidaknya korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Kecelakaan berikutnya masih terjadi di dalam ruas tol. Kali ini kecelakaan lalu lintas terjadi di Tol JORR KM 26 dari Pondok Pinang mengarah Kampung Rambutan. Kecelakaan yang melibatkan dua mobil tersebut membuat arus lalu lintas di kawasan itu padat.

Bupati yang Diusung Dicokok BNN, PDIP Pertanyakan Hasil Tes Kesehatan

WaktuCom - Bupati Ogan Ilir AW Nofiadi yang ditangkap oleh BNN dan positif narkoba adalah kepala daerah yang diusung PDIP dan 4 partai lainnya. PDIP mempertanyakan tes kesehatan yang dilalui Nofi karena partai itu hanya menerima hasilnya.

"Kenapa itu tidak ada di hasil tes yang diserahkan, berarti ada mekanisme yang rawan untuk disiasati sehingga orang yang tidak eligible, bisa lolos tes. Ini jadi otokritik untuk semua," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat dihubungi, Selasa (15/3/2016).

Hendrawan mengatakan bahwa Nofi bukanlah kader PDIP. Yang kader adalah wakil bupati Ilyas Panji. Karena bukan kader, PDIP kala itu hanya menerima hasil tes dari Nofi.

"Kita menerima hasil tes. Kalau kami usung kader dari partai lain, syaratnya begitu. Ada tidak hasil tes urine," ungkapnya.

Menurutnya, hal berbeda dilakukan bila yang diusung adalah kader sendiri. Tes urine dilakukan untuk kader dari tingkat daerah hingga pusat.

"Ini jadi pelajaran bagi kita bersama bahwa penetrasi narkoba sedemikian luas," ucap Hendrawan.

Bupati Nofiadi yang baru berusia 27 tahun itu ditangkap BNN di kediaman orangtuanya dan positif narkoba. Nofiadi sudah diintai sejak lama dan bukan pemain baru di dunia barang haram ini.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa parpol punya tanggung jawab mengawasi kinerja kepala daerah yang diusung.

"Gini ya, kalau partai politik mencalonkan kamu sebagai gubernur, di tengah jalan kamu memimpin salah, partai tanggung jawab. Mengingatkan anda bahwa anda bisa dihukum oleh masyarakat secara luas. Ini loh calon mu nggak bener," kata Mendagri Tjahjo Kumolo kepada wartawan di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (11/3/2016).

Mau Lihat Video Kilk Disini

Cabuli Muridnya, Guru TPA di Bekasi Diringkus Polisi

WaktuCom - BEKASI - Seorang guru di Tempat Pengajian Anak (TPA) Al Hidayah Harapan Jaya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi ditangkap setelah mencabuli dua muridnya. Aksi bejat pelaku terbongkar setelah korbannya melaporkan perbuatan gurunya kepada orangtuanya.


Kasubbag Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Puji Astuti menerangkan, pelaku ditangkap setelah pihaknya mendapat laporan dari orangtua korban.

"Pelaku mengakui perbuatannya, dari pengakuannya korbannya ada dua anak," katanya kepada wartawan, Senin (14/3/2016).

Peristiwa asusila itu terjadi pada Jumat 11 mAret 2016 di musalah pengajian. Saat itu pelaku MS (39) mencabuli korbannya dan memberikan uang Rp500. "Korban melapor kepada orangtuanya dan langsung dilabrak orangtuanya di tempat pengajian," katanya.

Kepada penyidik, pelaku mengakui sudah mencabuli dua muridnya yang masih berusia sembilan tahun. ”Untuk sementara pelaku mengaku mencabuli dua anak,” tegasnya.

Akibat perbuatanya, pelaku dikenakan Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Kini, pelaku meringkuk di Mapolresta Bekasi Kota.

Keluarga Tak Tahu Fredy Ikut Lomba Makan Ayam KFC

WaktuCom - Fredy Jayadi, salah seorang peserta lomba makan cepat ayam KFC meninggal dunia saat mengikuti perlombaan tersebut. Siang ini jenazah Fredy telah dimakamkan oleh pihak keluarga.

Salah satu kerabat korban, Bebeng (54), pihak keluarga tidak mengetahui kalau Fredy mengikuti lomba makan cepat tersebut. Keluarga hanya tahu Fredy masuk kerja.

"Pihak keluarga kaget kedatangan si Fredy udah enggak bernyawa," kata Bebeng kepada wartawan di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Senin (14/3/2016).

Bebeng mengenal Fredy sosok yang sangat supel, humoris, dan kreatif di kalangan teman-teman gerejanya. Dia mengaku sangat kehilangan Fredy yang meninggal begitu cepat.

"Kagetlah, saya syok. Dia itu baik di mata teman-teman gereja," ucapnya.

Sebagai informasi, jenazah Fredy telah dimakamkan hari ini di TPU Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat sejak pukul 10.30 WIB sampai 12.00 WIB. Saat ini polisi tengah mengusut perizinan acara yang diselenggarakan oleh KFC itu.

Anggota Brimob di Bekasi tembak mati istri kemudian coba bunuh diri

WaktuCom - Seorang anggota Brimob menembak seorang perempuan yang tak lain adalah istrinya sendiri, Fitriani (26). Pelaku diketahui bernama Brigadir Aris Candra Kuswanto (28).


Informasi yang diperoleh merdeka.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu (12/3), di RT 02 RW 02 Kampung Tower, Desa Hegarmukti Cikarang, Bekasi. Pelaku menembak sang istri dengan menggunakan pistol jenis colt.

Pasca kejadian, pelaku langsung diamankan polisi. Sementara korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi.

Kasubag Humas Polres Kabupaten Bekasi Iptu Makmur mengatakan, korban terkena peluru di keningnya. Sementara pelaku usai menembak sang istri mencoba bunuh diri dengan menembak diri sendiri di bagian rahang sebelah kanan.

"TKP di rumah mertua Brigadir ARS. Keterangan mertua, tidak ada ribut-ribut tiba-tiba ada suara tembakan. Saat ke sumber suara, dia melihat anaknya tergeletak di sebelah kasur lantai," kata Iptu Makmur.

Tindak Pengendara yang Ngebut, Polisi Hari ini Gunakan Speed Gun

WaktuCom - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya hari ini menggunakan speed gun untuk menindak kendaraan yang melaju di luar batas kecepatan berkendara. Sebanyak 45 personel diterjunkan dalam kegiatan ini.

"Demi menekan angka kecelakaan akibat pelanggaran batas kecepatan berlalu lintas hari ini kita lakukan penindakan dengan speed gun. Penindakan ini berupa teguran dulu," ujar Kasubdit Bin Gakkum AKBP Budiyanto di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Sabtu (12/3/2016).

"Alatnya portabel, alatnya cukup banyak ada 12, dipakai 2 dulu. Bukan hanya di tol saja, nanti prioritas mobil dulu di Tol Bandara," sambungnya.

Penindakan pelanggaran batas kecepatan dengan speed gun akan dimulai hari ini di Tol Bandara KM 25 900. Sasaran dalam kegiatan ini berupa kendaraan roda empat dengan kecepatan di atas 90 km per jam.

"Dilantas menegakan hukum dengan obyek tadi (speed gun). Tahapan sudah dilakukan, share di medsos, on air radio. Nanti dengan teguran tertulis dulu lalu disampaikan ke alamat yang bersangkutan dulu. Baru setelah teguran ini dilakukan tilang," jelas Budiyanto.

Budiyanto mengatakan, ukuran keberhasilan penggunaan alat ini memerlukan proses, waktu, dan biaya. Sehingga peran masyarakat amat penting di sini.

"Diharapkan tertib berlalulintas. Partisipasi aktif masyarakat dibutuhkan dalam operasi ini," imbuh Budiyanto. Dia berharap penggunaan speed gun nantinya bisa menekan pelanggaran lalu lintas dan meningkatkan kesadaran pengendara akan tertib dalam berkendara.

Kampung Mangkubumi Medan digerebek, polisi sita alat judi & narkoba

WaktuCom - Polisi kembali menggerebek permukiman padat penduduk di Jalan Mangkubumi, Medan, Jumat (11/3). Tiga orang diamankan karena diduga sebagai pengguna narkoba dan terlibat perjudian.


Penggerebekan dilakukan personel gabungan Satuan Sabhara dan Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan. Mereka melakukan penggerebekan mulai sekira pukul 15.30 WIB hingga 17.15 WIB.

"Kita mengamankan 3 orang terduga pelaku narkoba dengan barang bukti 20 paket ganja, puluhan bong, 3 timbangan elektrik, 3 unit hp, puluhan bungkus plastik kosong, dan 1 unit tes darah," jelas Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.

Selain itu, petugas juga mengamankan seorang pemuda bersama 8 unit mesin jakpot di dalam rumah kosong. Ditemukan pula ribuan koin untuk alat judi itu.

Informasi dihimpun, tiga orang diamankan di lokasi temuan 22 paket ganja yaitu Sahat Situmorang (49), Oloan Pakpahan (36) dan Jhonter Aritonang (24). Sementara pemuda yang diamankan bersama 8 unit mesin jakpot berikut ribuan koin yaitu Yoga Murti (24).

Yoga diamankan di dalam rumah kosong dan dikunci. Karena digedor tak juga keluar, petugas mendobrak pintu.

Yoga pun ditemukan di dalam rumah bersama mesin judi. Dia langsung diamankan dan diborgol. Setelah diborgol, Yoga menangis. "Ampun Pak, bukan aku Pak," katanya sambil terisak.

Meski memelas, polisi tetap mengamankan Yoga dan tiga orang ke markas Satuan Sabhara Polresta Medan.

Kampung Mangkubumi merupakan salah satu permukiman yang ditengarai sebagai pusat peredaran narkoba dan perjudian di Kota Medan. Kawasan ini kerap digerebek petugas dan selalu ada yang pelaku dan barang bukti yang diamankan dari sana

Mabuk, 2 ABG Ini Nekat Mengejek Polisi yang Sedang Razia

WaktuCom - Dua orang pelajar salah satu SMA Swasta di Palembang yakni, AR (16) dan IN (17) ditangkap polisi karena mengejek aparat Polsek Seberang Ulu I yang sedang melakukan razia. Kedua diketahui sedang mabuk minuman keras.

Kapolsek Seberang Ulu I Kompol Suhardiman mengatakan, penangkapan Anak Baru Gede (ABG) ini dilakukan setelah aksi keduanya yang nekat mengolok-olok petugas saat melakukan razia rutin malam Minggu. Mendengar olokan pelaku, aparat Reskrim Polsek Seberang Ulu I langsung melakukan pengejaran.

Aksi kejar-kejaran dengan menggunakan sepeda motor pun terjadi. Bahkan untuk menghindari kejaran petugas, kedua ABG yang berboncengan itu nekat masuk ke lorong-lorong kecil.

Namun sial, aksi adu cepat itu akhirnya terhenti setelah keduanya terjatuh lantaran tak mampu mengendalikan laju kendaraannya. "Anggota kita langsung menangkap kedua ABG itu karena mengejek petugas yang melakukan razia," kata Suhardiman, Minggu (28/2/2016).

Suhardiman menuturkan, pelaku berani mengejek petugas lantaran didugadalam pengaruh minuman keras (miras). "Diduga keduanya sedang mabuk. Karena saat digeledah, ditemukan miras di motor remaja ini," terangnya.

Tidak hanya kedua remaja tersebut, dari razia yang berlangsung lebih kurang 2 jam ini, polisi mengamankan 22 unit kendaraan roda dua tanpa surat.

Ada Kereta Anjlok, Penumpang KRL Diimbau Pakai Transportasi Lain

WaktuCom - PT KAI Commuter Jabodetabek minta maaf atas gangguan perjalanan yang terjadi di lintasan Tanah Abang-Manggarai. Kereta jarak jauh Senja Utama Solo anjlok di wesel 13 B1, B2 stasiun Tanah Abang.

"Sementara gangguan tersebut sedang dalam penanganan, perjalanan KRL antara Manggarai - Tanah Abang dan sebaliknya akan terganggu," ujar Humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/3/2016).

Eva menuturkan, saat ini sebagian perjalanan kereta dari arah Bogor/Depok menuju Tanah Abang/Duri hanya sampai Stasiun Manggarai dan sebagian dapat menjangkau stasiun Sudirman dan Karet. Sementara dari arah Jatinegara menuju Manggarai/Depok/Bogor akan menjadi kereta feeder Jatinegara-Tanah Abang.

"Untuk perjalanan lintas Maja/Parung Panjang/Serpong-Tanah Abang tetap berjalan normal. Begitu pula lintas Bekasi-Jakarta Kota dan Bogor/Depok-Jakarta Kota. Namun akan ada keterlambatan perjalanan akibat peristiwa ini," ucap dia.

Eva mengimbau penumpang yang mengejar waktu dan tidak dapat menunggu kereta untuk menggunakan moda transportasi lain.

"Bagi para penumpang yang telah masuk stasiun, namun memutuskan untuk tidak naik KRL, dapat me-refund tarif dan jaminannya (bagi pengguna THB) ke loket stasiun," Eva menandaskan.

Tersinggung Ditegur, Suami Bacok Istri Hamil 2 Bulan

WaktuCom - Entah apa yang ada di benak Andika Saputra (31), yang tega membacok kepala istrinya, Rini (28), menggunakan sebilah parang tajam. Parahnya, sang istri sedang dalam kondisi hamil 2 bulan.

Hanya karena ditegur karena jarang pulang ke rumah, Andika nekat menganiaya Rini di rumahnya, Jalan Radial Rumah Susun, lantai dasar Blok 30A, Kecamatan Ilir Barat, Palembang.

Sebelum membacok, Andika juga menendang dan memukuli tubuh Rini.

"Dia menjambak rambut saya, memukul, dan menerjang wajah. Perut saya masih sakit dan kepala saya bocor," kata Rini, saat melapor ke Polresta Palembang, Selasa (4/7/2015).

Diduga, aksi brutal suaminya yang berprofesi sebagai pedagang buah ini, dipengaruhi konsumsi obat-obatan terlarang.

Kasat reskrim Polresta Palembang Kompol Suryadi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan Rini dengan tanda bukti nomor LP/B-1694/VIII/2015/Sumsel/Resta.

"Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti, sekarang dalam pemeriksaan petugas. Bisa dikenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," ungkap Suryadi.

Mencuri Singkong Karena Kelaparan Hakim Menangis Saat Menjatuhkan Vonis Yang Sangat Mengejutkan

 WaktuCom - Diruang sidang pengadilan, hakim Marzuki duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yg dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, cucunya lapar. Namun manajer PT A* K tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas. Lalu dia memutus diluar tuntutan jaksa PU, ‘maafkan saya’, katanya sambil memandang nenek itu, ‘saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. saya mendenda anda 1juta rupiah dan jika anda tdk mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU’.

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1jt rupiah ke topi toganya serta berkata kepada hadirin.

“Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada setiap orang yang hadir diruang sidang ini sebesar 50 ribu rupiah, sebab menetap dikota ini, yg membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya, saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa .”

Sampai palu diketuk dan hakim marzuki meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5 juta rupiah, termasuk uang 50 ribu yg dibayarkan oleh manajer PT AKB yang tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers, kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain untuk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh hakim Marzuki yg berhati mulia.

 
WaktuCom: Kumpulan Berita Online Terpercaya