Selamat Datang di WaktuCom Kumpulan Berita Terpercaya
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label POLITIK. Tampilkan semua postingan

Sekitar Pembeli Podomoro City Deli 70 Persen Asli Warga Medan


WAKTUCOM, MEDAN - AVP Marketing PDCM, Yenti Lokat menerangkan, mega proyek Podomoro City Deli Medan ini, terdiri dari lucurios shopping mall yang hadir di area komersial termewah, terlengkap dan termodern di Kota Medan. Selain itu, ada ekslusif apartemen yang terdiri dari 3 menara yaitu Liberty, Lincoln dan Lexington.

PCDM juga memiliki premium apartemen yang terdiri dari dua tower, yakni empire dan tower victory. Tribeca condominium memiliki dua menara yakni tribeca nothern dan tower tribeca southern dengan dua tipe pilihan yakni lucurious premier dan luxurious platinum. Serta ada five star hotel dan premium office tower.

"Premiumatu kapasitas satu tower 300 unit. Condominium, satu tower akan ada 200 unit, jika dua tower ada 400 unit. Nah, apartemen ada tiga tower, dengan kapasitas 1500 unit. Kalau tower office yang terjual sekitar 25 persen. Karena ini baru saja kita pasarin. Sedangkan, untuk tower empayer 65 persen, tapi Victori belum dipasarkan, rencana akan kita tawarkan ke investor. Untuk apartemen yang sudah terjual 85 persen. Condominium yang terjual 65 persen," katanya Minggu (11/6/2017)


Selain itu, Podomoro juga memiliki area penghijauan. Area ini akan banyak di isi restoran dan empat meeting sosialisasi.

"Sejauh ini masih 70 persen penjualan diborong asli oleh orang Medan, setelah itu dari Aceh. Selain itu terbagi, bahkan dari ujung Papua ada yang memberli," terangnya.
Yenti menjelaskan bahwa terkait harga untuk condominium dibanderol mulai Rp 3,5 miliar. Sedangkan apartemen yang harganya dimulai dengan Rp 800 jutaan, dengan boking fee 10 juta, DP 10 persen, sisa angsuran selama 28 kali.

Adapun total investasi pembangunan Podomoro City Deli Medan dengan total Rp 7,5 triliun.

Mengenai Soal Kasus Ahok Hakim Konstitusi Suhartoyo Jarang Hakim Langsung Menahan


WAKTUCOM , Jakarta - Penetapan ketua majelis untuk langsung menahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menuai kontroversi. Salah satunya diakui oleh hakim konstitusi Suhartoyo.

"Kebanyakan kasus memang jarang hakim untuk menjatuhkan keputusan, kemudian sekaligus memerintahkan bahwa terdakwa ditahan," kata Suhartoyo dalam sidang di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

PN Jakut menahan Ahok berdasarkan Pasal 193 ayat (2) huruf a yang menyatakan bahwa :

" Pengadilan dalam menjatuhkan putusan, jika terdakwa tidak ditahan, dapat memerintahkan supaya terdakwa tersebut ditahan, apabila dipenuhi ketentuan Pasal 21 dan terdapat alasan, cukup untuk itu "

Meski dalam praktik jarang dilakukan, penahanan Ahok tidak sepenuhnya salah di mata hukum.

"Pasal 197 KUHAP, putusan yang tidak memuat perintah penahanan, batal demi hukum apa
tidak? Batal demi hukum," ujar Suhartoyo yang berasal dari unsur Mahkamah Agung (MA) itu.

Situs Judi Togel Online Terpercaya Teraman Dan Situs Judi Poker Online Terpercaya Teraman

Menurut hakim yang pernah berdinas di PN Jaksel itu, semuanya dikembalikan kepada jaksa.

"Itu juga pada akhirnya sebenarnya dikembalikan kepada eksekutornya. Siapa eksekutornya? Jaksa," cetus Suhartoyo.

Menurut Suhartoyo, di banyak kasus, jaksa tidak langsung menahan bila menemukan kasus yang menyerupai kasus perintah penetapan penahanan yang diterima Ahok.

"Dalam banyak kasus, jaksa tidak selalu langsung mengeksekusi, apalagi perkara itu langsung banding. Kalau perkara itu ada perintah penahanan, sedangkan terdakwa di luar, kemudian terdakwa langsung mengajukan banding, apakah perkara itu sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap? Belum, kan? Kalau putusan yang belum mempunyai kekuatan hukum yang tetap, apakah sudah mempunyai kekuatan eksekutorial? Ha?Belum, kan? Nah, itu," papar Suhartoyo.

Sidang panel pemeriksaan pendahuluan itu dipimpin hakim konstitusi Prof Saldi Isra. Sidang akan kembali dilakukan pada 3 Juli 2017 dengan agenda untuk memperbaiki semua permohonan.

Polisi Medan Memberikan Kejutan Kepada Tahanan Yang Sedang Ulang Tahun


Waktucom, Medan - Roby sangat terharu karena mendapatkan kejutan ulang tahunnya yang ke-21 dari polisi.
Tahanan Polsek Medan Area , Polrestabes Medan, Sumut, ini gembira menyantap kue ulang tahun bersama polisi dan rekan-rekan di bui.

Kapolsek Medan Area Kompol Arifin mengatakan bahwa kejutan hari ulang tahun untuk Roby ini dibuat agar mengantisipasi tahanan yang kabur. "Ini adalah musim banyaknyab tahanan kabur . Jadi, supaya tidak berpikiran yang macam-macam, kami ingin membuat kejutan pada hari ulang tahunnya hari ini," kata Arifin kepada Waktucom, Sabtu (20/5/2017)

Menurut dia, kejutan ulang tahun dirancang sedemikian rupa. Skenario dimulai saat para tahanan awalnya sedang bertugas piket tahanan apakah mereka sudah mandi atau belum. Tahanan yang belum mandi akan dikenai 'hukuman'.

Nah, Roby adalah salah satu tahanan yang belum mandi dan dia mendapat hukuman push-up. Setelah melakukan push-up, Roby langsung 'dibanjiri' ucapan selamat ulang tahun dari rekan-rekannya di sel tahanan.

"Setelah itu, petugas mengatakan bahwa ini adalah kejutan ulang tahun. Petugas memberikan kue ulang tahun serta menyanyikan sebuah lagu selamat ulang tahun kepada Roby dan juga diikuti para tahanan lainnya," ujar Arifin.

Ulang tahun Roby dirayakan dengan penuh kesederhanaan. Walaupun hanya sederhana Roby sangat senang, karena bisa merayakan hari ulang tahunnya dengan teman - teman dan juga polisi.

Arifin mengatakan bahwa Roby merupakan pelaku pencurian yang korbannya mengalami kerugian uang tunai sekitar Rp 9 juta. "Duitnya itu Rupiah dan Ringgit. Dia (Roby) sudah dua minggu di ruang tahanan Polsek," imbuhnya.

Saat ini, total tahanan di Mapolsek Medan Area berjumlah 16 orang. Sedangkan 26 tahanan lainnya dititipkan ke rutan di Medan. "Kita harus juga tetap rutin untuk memeriksa barang bawaan pengunjung untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Arifin.

Presiden Jokowi Akan Melantik 5 Gubernur Dan Wakil Gubernur


Waktucom, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau ( Jokowi ) melantik lima kepala derah hasil Pilkada Serentak 2017. Pelantikan juga dilakukan terhadap Wakil Gubernur Riau yang semula kosong.

Sebelum dilantik, para gubernur dan wakil gubernur diundang ke Istana Merdeka oleh Jokowi. Mereka menerima petikan keputusan Presiden terkait pengangkatan sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Pelantikan kemudian dilaksanakan di Istana Negara. Jokowi kemudian membacakan sumpah jabatan dan diikuti para kepala daerah.

"Sebelum saudara-suadara mengucapkan sumpah janji sebagai gubernur dan wakil gubernur di masing masing provinsi, bersediakah saudara mengucapkan janji sesuai dengan agama masing-masing? tanya Jokowi, Jumat (12/6/2017).

"Bersedia," jawab para kepala daerah.

"Apabila bersedia, silakan mengulangi kata-kata saya," imbuh Jokowi.

Usai pengucapan sumpah jabatan, satu per satu kepala daerah menandatangani berita acara pengangkatan di hadapan Jokowi. Acara dilanjutkan dengan memberi ucapan selamat oleh Presiden dan Wakil Presiden diikuti oleh tamu undangan.

Presiden Jokowi melantik lima kepala daerah ditambah satu wakil gubernur. Para kepala daerah yang dilantik, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Idris Rahim, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar dan Enny Anggraeni Anwar.

Jokowi juga melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung Erzaldi dan Abdil Fatah, Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dan Mohammad Lakotani, serta Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin.

Ingin Berfoto Dengan Ahok Mala Lieus Sungkharisma Diusir Warga


Waktucom, Jakarta - Warga yang tengah mengantre dengan tertib untuk berfoto dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sempat heboh. Lantaran ada salah satu pendukung Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno, Lieus Kharisman menampakkan diri di pendopo Balai Kota DKI Jakarta.

Warga yang awalnya tertib berbaris mendadak riuh melihat kedatangan Lieus itu. Warga yang kebanyakan pendukung Basuki atau akrab disapa Ahok itu malah tak menerima Lieus, mereka berteriak mengusirnya.

Usir, usir, usir. Usir aja. Ngapain dia (Lieus) di sini?" kata seorang warga yang disambut teriakan warga lainnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/5)

Usai bersitegang dengan warga, Lieus memutuskan meninggalkan depan kantor Ahok itu. Lieus mengaku sengaja datang untuk bersilaturahmi dengan mantan Bupati Belitung Timur itu karena memang sudah menjadi teman lama.

"Saya bingung kenapa saya diusir. Kita memang berseberangan. Tapi saya surprise. Kan saya mau nemuin (Ahok) doang mau kongkow," ujarnya.

Dari belakang, warga menyahut Lieus adalah kubu dari Anies-Sandi dan tak perlu datang ke Balai Kota. Warga juga beranggapan bahwa Lieus menjadi salah satu orang yang mengompori kasus penodaan agama.

"Dia kan salah satu orang yang melaporkan Ahok. Ngapain dia datang ke sini," teriak seorang ibu paruh baya yang tengah antre.

Untuk diketahui, Lieus adalah salah satu orang yang dikenal kerap berseberangan dengan Ahok. Lieus pernah mngkritisi Ahok soal pembanginan MRT di Fatmawati dan soal kasus dugaan korupsi lahan Rumah Sakit Sumbet Waras.

Bahkan, Lieus sempat melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya atas kasus-kasus tersebut. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut kasus yang ia laporkan sampai saat ini


Djarot : Saya Siap Menjadi Penjamin Ahok Dan Saya Siap ikut Dipenjara


Waktucom, jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjadi panjamin untuk penangguhan penahanan Gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Djarot mengatakan, itu artinya dia siap bertanggung jawab atas semua hal tersebut.

"Kalau sampai ada apa-apa, saya yang akan menjamin. Jaminan itu jaminan menyeluruh. Termasuk kalau ada apa-apa, saya menggantikan di penjara," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa. (9/5/2017).

Djarot mengatakan dia menjadi jaminan atas nama pribadi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Djarot mengatakan surat pengajuan penangguhan penahanan itu sudah dia tanda tangani. Surat tersebut juga sudah diserahkan ke Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Djarot tidak tahu apakah jaminan tersebut bisa membuat Ahok tidak ditahan dan kembali aktif menjadi gubernur DKI. Djarot menyerahkan keputusan itu kepada Kementerian Dalam Negeri.

"Itu serahkan ke Kemendagri aturannya seperti apa," kata Djarot.

Ahok kini ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, setelah divonis dua tahun penjara dalam kasus penodaan agama. Vonis tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang digelar di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa.

Pimpinan DPR Meminta Ahok Di Pindahkan Ke Mako Brimob Supaya Kondusif

 Pimpinan DPR Meminta Ahok Di Pindahkan Ke Mako Brimob Supaya Kondusif

Waktucom, Jakarta - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto ingin memindahkan Basuki Thjahaja Purnama (Ahok) ke Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, untuk membuat situasi kondusif. Faktor keamanan di Rutan Cipinang menjadi pertimbangan pemindahan Ahok.

"Justru perpindahan ini saya dengar untuk menjaga sesuatu kondusif. Keamanan bagi Ahok dan keamanan tahanan lain karena kalau berkunjung terlalu banyak, nanti banyak Ahokers (pendukung Ahok) ke sana dikhawatirkan mengganggu aktivitas di sana," ujar Budi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Agus mengajak semua pihak menerima putusan vonis 2 tahun penjara untuk Ahok atas kasus penodaan agama. Indonesia menurutnya adalah negara hukum dan seharusnya putusan hukum diikuti.

"Kita ketahui negara kita panglima tertinggi hukum. Marilah kita seluruh rakyat Indonesia, baik tim pendukung Ahok dan yang tak menyetujui Ahok, marilah kita ikuti proses hukum yang ada. Keputusan ini di tingkat PN. Nanti ada banding, kasasi dan sebagainya," pinta Budi.

"Keputusan pengadilan, kita harus seluruhnya dihormati," imbuh Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat itu.

Seperti diketahui, majelis hakim memvonis Ahok 2 tahun penjara karena diyakini telah menodai agama karena mengaitkan Surat Al-Maidah 51 dengan politik pilkada. Majelis hakim juga memerintahkan Ahok ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur.

Saat ini, Ahok sudah dipindahkan ke Mako Brimob, Depok, agar menjaga kondusivitas sebab aksi para pendukungnya kemarin, Selasa (9/5), sampai melumpuhkan jalan di depan Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Meski begitu, saat ini pendukung Ahok sudah banyak yang berdatangan ke Mako Brimob

Massa Pendukung Aksi di PT DKI Meminta Ahok Jadi Tahanan Kota

 Massa Pendukung Aksi di PT DKI Meminta Ahok Jadi Tahanan Kota

Waktucom, jakarta - Massa pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga menggelar aksi di depan Pengadilan Tinggi Jakarta. Massa menuntut agar Ahok menjadi tahanan kota.

Pantauan detikcom di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Jalan Letnan, Jenderal Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (10/5/2017) sekitar 12.10 WIB. Mayoritas massa tampak memakai baju motif kotak-kotak.

Massa membawa bendera merah putih dan dua buah spanduk. Spanduk tersebut bertuliskan 'Barisan Relawan Pendukung Ahok-Djarot dan Bebaskan Ahok'.

"Pak Ahok lagi ditahan di Mako Brimob, kita meminta untuk Pak Ahok menjadi tahanan kota dan Ketua Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta harus menandatangani agar Pak Ahok jadi tahanan kota saja," kata Soelianto Rusli, koordinator aksi.

Menurut Soelianto, mereka menggelar aksi di lokasi tersebut karena surat pengajuan tahanan kota ditujukan ke Pengadilan Tinggi DKI. Massa menggelar aksi sejak pukul 10.00 WIB tadi.

"Kita minta Pak Ahok jangan ditahan, selama sidangpun tidak pernah telat dan selalu patuh, kalau naik banding ya pasti. Kita minta Ketua Pengadilan untuk tandatangani buat Ahok jadi tahanan kota," ujarnya.

Hingga pukul 13.10 WIB, aksi masih berlangsung. Arus lalu lintas di lokasi terpantau lancar, sebab massa hanya memanfaatkan bahu jalan dalam aksi itu.

2 Pria dan 2 Wanita Yang Masih Muda Di tangkap Karena Membawa Narkoba Dalam Jumlah banyak

 2 Pria dan 2 Wanita Yang Masih Muda Di tangkap Karena Membawa Narkoba Dalam Jumlah banyak

Waktucom, Pekanbaru - Dua pria dan dua wanita yang semuanya masih berusia muda, ditangkap polisi di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau saat membawa narkoba dalam jumlah banyak.

Menurut Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, keempat orang itu ditangkap  Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Keempat orang tersebut merupakan jaringan narkoba asal Pulau Jawa.

Dari keempat orang itu, satu orang masih tercatat sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Tangerang Selatan.

Dalam kasus ini, polisi menyita 1.000 gram (1 kg) Sabu dan 8.000 butir pil ekstasi. Narkoba itu dibawa empat tersangka dari Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau.

Keempat tersangka tersebut berinsisial AYN (27) warga Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan, Ram alias Dani warga Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

"Kemudian dua wanita berinsial EL alias Ega (22) warga Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan dan FQS alias Pipit (24) warga Jalan Halimah Pesanggrahan, Kota Jakarta Selatan,"kata Guntur, Senin (5/8/17).

Keempat warga asal Pulau Jawa ini ditangkap Senin (5/8/17) dini hari di Lintas Timur Desa Sekijang, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Keempat orang tersebut baru saja melakukan transaksi narkoba di Pekanbaru. Rencananya narkoba tersebut akan diedarkan di Jakarta.

"Sebelumnya mereka telah bertransaksi narkoba di sebuah hotel di Pekanbaru. Setelah dengan menggunakan mobil pribadi, mereka bergerak ke arah Jakarta. Anggota yang sudah mendapat informasi langsung mencegat mobil mereka," pungkasnya.

Amerika Serikat Akan membayar Semua Hutang Indonesia Jika Ahok Jadi Walikota NewYork

 Amerika Serikat Akan membayar Semua Hutang Indonesia Jika Ahok Jadi Walikota NewYork

Waktucom, Jakarta - Amerika Serikat Bayar Hutang Indonesia Jika Ahok Jadi Walikota NewYork. Ahok merupakan Gubernur yang telah di akui oleh seluruh dunia, termasuk juga Presiden Jokowi. Dalam Kinerjanya yang tegas anti koprupsi

Hal berikutlah yang telah dilirik oleh negara–negara lain. Termasuk Amerika yang menginginkan Ahok menjadi Walikota mereka yaitu Kota New York.

Amerika (AS) menjanjikan apabila Ahok mau menjadi Walikota New York, maka AS mau membayar semua hutang Indonesia. Mudah-mudahan Pak Ahok tidak menerima tawaran tersebut.

Karena Indonesia saat ini sedang membutuhkan pemimpin seperti Ahok. Bahkan yang lebih banyak lagi yang sama tegasnya dan jujurnya seperti Bapak Basuki Tjahja Purnama.

Terkait hal tersebut malah negara Amerika meminta Ahok untuk memimpin kota New York  City. Hal itu membuktikan bahwa kepemimpinan Ahok selama ini telah mengharumkan nama baik Putra bangsa ini.
Calon Gubernur Ahok memang sosok pemimpin yang harus di teladani, karena ketegasan dan ketulusan bekerja membuat dunia mengakui kepemimpinanya. termasuk juga Presiden RI Joko widodo, mereka berdua adalah sosok pemimpin yang telah di akui dunia dan di inginkan seluruh dunia.

Kerja Ahok dan Jokowi nyata tidak hanya omongan saja, hal berikutlah yang telah dilirik oleh negara – negara lain, termasuk Amerika yang menginginkan Ahok menjadi walikota mereka yaitu kota New York

Selain Ruben Onsu , Kamar Julia Perez Disterilkan Tak Bisa Dikunjungi Oleh Orang Asing


Waktucom, Jakarta -  Julia Perez telah menjalani operasi pengangkatan pembekuan darah setelah operasi, Jupe tak bisa dikunjungi selama beberapa hari.

"Sampai minggu ini ya, sampai minggu belum bisa dulu karena benar-benar dijaga harus steril di ruangan tersebut," kata adik Julia Perez, Nia Anggia.

Kondisi Jupe kini memang gampang drop. Oleh sebab itu, keluarga memutuskan untuk sangat membatasi kerabat yang akan menjenguk Jupe.

Kita nggak tahu orang yang jenguk membawa virus apa, nanti yang ada Jupe malah tambah drop. Bahkan keluarga saja diminta cuci tangan, kalau bisa ganti baju dengan baju kamar yang benar-benar bersih," ungkapnya.

Jupe disebutnya kini sudah bisa berkomunikasi sedikit demi sedikit. Apalagi ketika ada teman-temannya yang menjenguk.

"Kalau panggil dokter, dia cuma buka mata terus tidur lagi. Tapi kalau Ruben Onsu dateng, dia tersenyum bahagia. Ruben memang memberikan semangat tersendiri untuk Jupe, ujarnya.

Karena berbagai perkembangan itu, kini hanya Ruben saja yang boleh menjenguk Jupe. Sebab, Ruben juga sudah dianggap keluarga mereka sendiri.

"Kedatangan Ruben itu, tanpa disuruh pun datang. Dua hati mereka memang sudah klop sama Jupe, tanpa diminta dia akan datang," ungkapnya.

Anies : Tim Operasi Harus Perlu Karena Adanya Kesengajaan Dalam Periode Fiskal

 Anies : Tim Operasi Harus Perlu Karena Adanya Kesengajaan Dalam Periode Fiskal

Waktucom, Jakarta - Gubernur terpilih DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan bahwa tim sinkronisasi harus di perlukan karena adanya kesenjangan fiskal antara periode pemerintahannya. Dia menjelaskan bahwa beda tim sinkronisasi dan tim transisi.

"Tim sinkronisasi ini bukan seperti tim transisi. Karena dia hanya melakukan sinkronisasi di masa awal karena adanya kesenjangan antara periode fiskal pemda dengan periode pemerintahan. Jadi kita harus memerlukan sinkronisasi program," ujar Anies di Perumahan Pondok Bambu Permai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (6/5/2017).

Anies mengatakan bahwa keanggotaan tim sinkronisasi program akan diumumkan secepatnya. Dia juga menampik akan ada bagi-bagi jatah bagi anggota tim itu.

"Itu sebabnya ada tim sinkronisasi dan nanti setelah udah diumumkan, itu juga tidak seperti pos. Nanti jadi kepala dinas, tidak. Ini teman-teman yang sebelumnya sudah membantu," paparnya.

"Nanti kita atur waktu pertemuan dengan pak Gubernur kemudian juga dengan tim yang ada di bawah Pemda. Dan kita akan bicara baik-baik untuk menceritakan apa yang menjadi rencana kita. Mempelajari apa yang telah dilaksanakan oleh Pemda. Kemudian dicari sinkronisasinya," pungkasnya.

Menag : Semua Peserta Aksi Damai 2 Desember Berapreasi Atas Kehadiran Jokowi


WAKTU.COM, Jakarta - Presiden Jokowi hadir di tengah-tengah peserta aksi damai 2 Desember di Monas, Jakarta. Di tempat itu, Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla melaksanakan salat jumat bersama massa.

Kehadiran Jokowi langsung disambut takbir. Takbir dipimpin oleh Ustad Bachtiar Nashir. Jokowi kemudian menempati tenda merah di sisi panggung untuk melaksanakan salat Jumat.  
Usai salat, Jokowi juga sempat memberikan sambutan. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada massa karena aksi damai 2 Desember berlangsung tertib.

"Tadi baru saja kita selesai melaksanakan salat Jumat bersama-sama dan langsung dihadiri Bapak Presiden, dan Alhamdulillah umat jamaah itu sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Presiden, ditunjukkan dengan sambutan yang luar biasa," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Lukman bersyukur aksi damai 2 Desember sampai selesai salat Jumat berjalan dengan damai, tertib dan lancar. Tidak ada hal-hal yang dikhawatirkan terjadi.
Agen Togel Terpercaya, Agen Togel Teraman & Nyaman, Bandar Togel Online Terpercaya & Nyaman

"Kalau massa berkumpul begitu besar dalam hal jumlah, maka dikhawatirkan akan menimbulkan kegaduhan atau menimbulkan keributan dan sebagainya, tapi alhamdulillah, pantauan kita dihampir semua tempat, semua titik tidak ada hal-hal yang menimbulkan kegaduhan," imbuh Lukman.

Lukman berharap setelah aksi ini berakhir, masyarakat bisa kembali ke tempat masing-masing dengan tertib. Sehingga komitmen yang sudah dibangun bersama bisa terus terjaga.

‎"Jadi mudah-mudahan setelah ini para jemaah bisa kembali ke tempat masing-masing sebagaimana komitmen yang sudah dibangun, sehingga lalu kita bisa menyelesaikan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing," pungkas Lukman.

Fahri : Saya Sarankan Novanto dan Akom Berembuk Bahas Pergantian Ketua DPR


WAKTU.COM - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyarankan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan Ade Komarudin untuk duduk bersama dan berembuk membahas wacana pergantian Ketua DPR. Pembicaraan tersebut, katanya, akan berdampak baik bagi Partai Golkar dan lembaga DPR.

"Tentu saya sebagai kawan, sebagai bagian dari kawannya Pak Akom, Pak Novanto saya membayangkan ini akan ada perbincangan mendalam antara mereka. Sehingga proses pengambilan keputusan dan dinamika di dalam disepakati bersama lah, tentu itu akan baik bagi semua. Bagi DPR, Golkar, Pak Novanto," kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11).

Fahri mengaku memahami posisi Novanto yang merasa dirugikan saat didera kasus 'Papa Minta Saham'. Dugaan Novanto terlibat dalam permufakatan jahat kasus itu lah membuatnya terpaksa mundur dari jabatan Ketua DPR.

"Saya ngerti posisi pak Novanto, ada hari ketika tiba-tiba Pak Novanto kayak dianiaya begitu, dengan sesuatu modal percakapan di ruang tertutup. Kemudian penganiayaan itu mengakibatkan dia dipaksa mundurkan diri, itu kan bukan mundur yang normal," jelasnya.

Meski demikian, katanya, putusan MK atas pasal 5 UU ITE nomor tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) yang menyatakan rekaman Sudirman Said ilegal itu membuktikan Novanto tidak bersalah sehingga menjadi pertimbangan Golkar mengembalikan kursi Ketua DPR.

"Kemudian lakukan upaya hukum ke MK dan MK mengatakan alat bukti yang dikumpulkan secara ilegal tidak bisa dilegalkan. Pak Novanto sebetulnya dalam dilema, dia salah atau tidak. Maka saya usulkan mereka melakukan pembicaraan mendalam lah," tambah dia.

Merujuk pada keputusan MK itu, kata dia, secara moral nama baik dan martabat Novanto sesungguhnya bisa pulih, sehingga tidak menutup kemungkinan jabatan Ketua DPR bisa dikembalikan.

"Justru itu kan masalahnya, itu kan orang dipaksa mengundurkan diri. Dia mengundurkan diri. Setelah mengundurkan diri, terbukti bahwa alasan dia ditekan itu adalah salah, batal demi hukum. Sebetulnya secara moral Pak Novanto itu kembali pulih," tuturnya.

Untuk proses pergantian Ketua DPR, lanjut dia, mekanismenya harus sesuai dengan Pasal 87 UU No 17 tahun 2014 tentang MD3. Ketentuannya, seorang Ketua DPR bisa diganti jika meninggal dunia, mengundurkan diri secara sadar atau diberhentikan.

"Untuk diberhentikan itu, ada beberapa pihak yang memberhentikan. Pertama negara karena melanggar UU, kemudian Mahkamah Kehormatan Dewan melalui paripurna, ketiga adalah partai, di mana partai itu harus ada argumennya, tidak bisa tidak ada argumen," tegasnya.

Sejauh ini, pimpinan DPR belum menerima surat dari DPP Partai Golkar atas wacana pergantian ini. Namun, Fahri mengaku sudah lama mendengar informasi ini. Jika surat sudah diterima pimpinan DPR, maka akan dibawa ke Rapat Pimpinan DPR, lalu Badan Musyawarah dan kemudian dibacakan di Paripurna.

"Saya belum mengerti, karena belum tahu suratnya seperti apa, duduk perkaranya seperti apa," pungkasnya.

PDIP Sudah Tau Siapa AKtor Yang Telah Mengkerahkan Massa Untuk Mentolak Ahok


WAKTU.COM - Maraknya aksi penolakan terhadap pasangan Cagub-Cawagub Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di beberapa titik kampanye membuat berang kubu PDIP. Bahkan PDIP berencana akan melaporkan pihak yang diduga telah menghasut untuk melakukan aksi penolakan terhadap Ahok maupun Djarot.

Politisi PDIP Masinton Pasaribu yang ikut bereaksi atas aksi penolakan itu mengaku sudah mengetahui siapa aktor di balik aksi tersebut.

"Sejak awal kami sudah tahu. Siapa yang menggerakannya. Ya teman teman wartawan sudah tau lah informasi itu. Pihaknya dari mana itu semua jelas yang memobilisasi siapa, bebernya kepada wartawan di Kantor DPD PDIP, Jalan Tebet Raya, Jakarta Selatan, Minggu (20/11).

Tidak hanya itu, masih menurut Masinton, PDIP juga akan melaporkan pihak tersebut kepada Bawaslu dan juga aparat penegak hukum.
Agen Togel Terpercaya, Agen Togel Teraman & Nyaman, Bandar Togel Online Terpercaya & Nyaman

"Datanya sudah lengkap ada kami semua. Dan kami juga sudah sampaikan ke Bawaslu dan juga ke Kepolisian," tegasnya.

Lebih lanjut dia meminta kepada para Cagub dan Cawagub rival dari Ahok-Djarot untuk tidak mengganggu jalannya jadwal sosialisasi yang berlangsung di beberapa lokasi di Ibukota.

"Kami tidak akan pernah mengganggu kegiatan kampanye sosialisasi calon lain. Kami minta juga supaya calon lain jangan mengganggu jadwal kegiatan kampanye sosialisasi pasangan calon Pak Ahok dan Pak Djarot. Dan tugas kami adalah penjaganya," pungkasnya.

Survei LSI, Anies-Sandi Menolak Ahok Jadi Tersangka


WAKTU.COM - Tim Pemenangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno tidak sepakat dengan pernyataan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menyebut terjunnya elektabilitas pasangan cagub dan cawagub DKI Ahok- Djarot menguntungkan rivalnya yakni pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandiaga.

Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandiaga Syarif mengatakan, naiknya elektabilitas jagoannya karena kerja keras tim memperkenalkan Anies-Sandi kepada masyarakat. Sehingga hasil survei yang menempatkan pasangan Anies-Sandi sebagai yang tertinggi bukan karena status tersangka Ahok.

"Saya tidak mau terjebak pada survei yang membuat determinnya tersangka atau tidak tersangka. Karena apa? Sebelum Ahok terjerat dugaan penistaan agama, sebelum dia pidato di Kepulauan Seribu, kita punya strategi memenangkan Anies-Sandi dengan cara lebih banyak mendekati warga dan meningkatkan branding positifnya Anies-Sandi," katanya saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (19/11).

Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, pihaknya tidak pernah menurunkan citra pasangan lain demi mengejar elektabilitas. Sehingga tingginya elektabilitas yang diperoleh Anies-Sandiaga murni hasil kerja kampanyenya.

"Tanpa men-downgrade pasangan yang lain. Kalau misalnya itu dia tergerus elektabilitas Ahok bukan karena faktor kita. Faktor warga masyarakat yang memang menilai Ahok," tegasnya

Sebelumnya, elektabilitas cagub dan cawagub DKI nomor urut tiga, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat terjun bebas di survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) milik Denny JA. Hasil survei menyebutkan, Ahok-Djarot hanya memiliki elektabilitas 10,6 persen pasca didera isu penistaan agama.
Agen Togel Terpercaya, Agen Togel Teraman & Nyaman, Bandar Togel Online Terpercaya & Nyaman

Saat survei dilakukan, Ahok memang belum ditetapkan sebagai tersangka. Namun, dalam kuesioner ditanyakan pandangan responden bagaimana jika Ahok ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama.

"Pasca penetapan Pak Ahok sebagai tersangka dukungan yang beliau terima elektabilitas itu turun tajam. Yang selama ini jadi penopang utama juga ikut meninggalkan beliau (Ahok)," kata Peneliti LSI, Ardian Sopa, kepada wartawan di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11).

Tidak hanya itu, Ardian juga menilai, jika pasangan Ahok-Djarot memiliki potensi untuk dapat tersingkir pada putaran pertama Pilgub DKI pada 15 Februari 2017 mendatang.

Berdasarkan data yang dimiliki LSI, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, elektabilitas Ahok berada di 24,6 persen. Sedangkan setelah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama, elektabilitas Ahok anjlok hingga berada di angka 10,6 persen.

"Bukan tidak mungkin potensi yang sangat besar, Ahok akan tergusur di putaran pertama," bebernya.

Namun, lanjutnya, hal ini justru berdampak positif bagi rival Ahok. Seperti elektabilitas pasangan Anies-Sandi yang saat ini memimpin dengan 31,90 persen. Disusul Agus-Sylvi 30,90 persen. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 26,60 persen masuk dalam kategori swing voters atau belum menentukan pilihan.

LSI melakukan survei periode 31 Oktober sampai dengan 5 November 2016, dengan menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah yang responden yang dimintai pendapat sebanyak 440 orang.

Djarot : Saya Sangat Terharu Melihat Veteran Usia 105 Nikmati Hidup Kong


WAKTU.COM - Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor 2, Djarot Saiful Hidayat, bertemu dengan sejumlah veteran di sebuah acara yang digelar di Hotel Dafam Teraskita, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur.

Saat bertatap muka dengan para veteran, Djarot mengaku kagum, meski usianya tidak lagi muda, mereka tetap terlihat gagah. Dia menyapa salah satu veteran, H Djamin yang usianya hampir 105 tahun.

"Usai berapa engkong?" kata Djarot di lokasi, Sabtu (19/11).

"105 tahun," jawab Djamin kepada Djarot.

"Alhamdulillah sudah 100 (tahun) lebih, berkah ya, jarang ada yang bisa sampai seperti ini," ujar Djarot.
.

Djarot mengimbau para kerabatnya sesama veteran ikut menjaga Djamin. Djamin adalah salah satu veteran tertua yang masih hidup.

Dalam kesempatan itu pula, Djarot menceritakan soal kunjungannya ke Surabaya dan Blitar untuk ziarah ke makam beberapa pahlawan bangsa, antara lain makam Bung Karno, makam Bung Tomo, dan makam KH Hasyim Asyari.

Djarot pun kembali menanyakan Djamin, tempat tinggalnya. "Di Kranji, Bekasi," jawab Djamin.

Djarot menawarkan Djamin menggunakan bus Transjakarta untuk bepergian. Djarot menjamin biayanya gratis.

"Kong, kalau naik Transjakarta ke mana-mana gratis bisa kita berikan, nanti kasih kartu kalau mau jalan-jalan. Jangan naik motor," ujar Djarot.

Dikarenakan fungsi pendengaran Djamin sudah mulai menurun, Djarot membisikkan pria lansia itu agar menikmati sisa-sisa hidupnya. "Dinikmati, Kong. Ini sudah merdeka," ucap Djarot.

"Iya, kita orangtua selalu nasihati jaga negara ini. Kita orangtua susah payah belain negara ini untuk cucu, tapi Alhamdulillah kita masih bisa ngerasain," kata Djamin.

Peledakan Bom Gereja Oikumene Di Samarinda Menjadi 7 Orang Tersangka


WAKTU.COM - Polri kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus peledakan bom di depan gereja Oikumene, di Jalan Cipto Mangunkusumo, Samarinda, Kalimantan Timur. Total jumlah tersangka menjadi 7 orang.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, para tersangka sebelumnya, dan barang bukti di TKP yang dapat dikembangkan, jadi tersangka sekarang menjadi 7 orang," kata Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Safaruddin, dalam keterangan pers di markas Satuan Brimob Polda Kalimantan Timur, di Jalan Sultan Hasanuddin, Samarinda, Sabtu (19/11) pagi.

Ketujuh tersangka masing-masing berinisial J, S, Js, R, Ad, Gap dan Rpp. Dari ketujuh itu, termasuk Johanda, eksekutor peledakan bom di gereja Oikumene, serta 2 orang tambahan yang baru ditangkap di lokasi pelariannya, di Kabupaten Penajan Paser Utara, Jumat (18/11) siang kemarin.

"Dari itu, saat ini kita tingkatkan dari saksi, hasil dari sinkronisasi keterangan saksi, tersangka dan barang bukti di TKP," ujar Safaruddin.

Pemeriksaan 19 saksi di markas Brimob berjalan sesuai rencana 7 hari pascapeledakan bom yang telah menewaskan seorang balita, dan melukai 3 balita lainnya. Namun demikian, pemeriksaan di Samarinda, hanya sebagai pemeriksaan awal untuk pengembangan lanjutan.

"Ketujuh tersangka dibawa ke Jakarta, untuk pengembangan lebih lanjut, lebih luas lagi," tambah Safaruddin.

Sementara, dalam kesempatan itu Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Mukmin Faisyal menambahkan, pemprov akan menanggung semua pengobatan balita korban ledakan. Demikian juga dengan santunan kepada korban balita IM (2,5).

"Kita harapkan bantuan pers untuk menenangkan masyarakat. Peristiwa di Samarinda, kita inginkan dan harapkan yang terakhir. Tidak kalah penting, kita terus meningkatkan kewaspadaan kita mesti lebih tinggi," kata Mukmin.

Pada pukul 08.42 WITA pagi tadi, para tersangka dibawa ke Balikpapan menggunakan bus Brimob dengan iring-iringan pengawalan dan Barracuda, didampingi Densus 88 antiteror untuk diterbangkan ke Jakarta. Namun dari pantauan, yang menaiki bus hanya 5 dari 7 tersangka yang diberangkatkan ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan.

Semua Warga Pademangan Bereaksi Menyambut Kedatangan Agus Dan Ahok


WAKTU.COM - Sutrisno tersenyum lebar usai menjabat tangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama. Mereka berdua saling bertemu saat mantan Bupati Belitung Timur itu mendatangi kawasan Pademangan Timur, Jakarta Utara. 

Pria berusia 41 tahun tersebut merasa senang telah melihat dan berjabat tangan dengan Ahok. Bahkan, dia sempat memuji metode kampanye digunakan oleh mantan politisi Gerindra itu karena berbeda dengan calon lainnya.

Untuk diketahui, pasangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebelumnya sudah sempat ke kawasan tersebut. Sayangnya mereka tidak terlalu aktif melakukan komunikasi dengan warga.

"Kalau Agus kurang begitu interaksi, cuma jalan. Kalau Pak Ahok interaksi sama warganya bagus, ini dia bertanya, jadi ada tanya jawab. Jadi tahu keluhan warga apa," katanya, Jumat (18/11).
Agen Togel Terpercaya, Agen Togel Teraman & Nyaman, Bandar Togel Online Terpercaya & Nyaman

Warga Pademangan Timur RT 13 RW 10 ini mengungkapkan, antusias warga juga sangat jauh berbeda saat kedua pasangan calon tiba. Saat Agus datang, namun perhatian tidak sebanyak saat Ahok tiba.

"Kemarin Agus sama Sylvi ke sini. Awalnya Agus datang tapi enggak seheboh ini, kalau ini seram hebohnya, fanatiknya. Ternyata masih banyak militannya," tutup Sutrisno.

Berdasarkan pantauan merdeka.com, Ahok mengenakan kemeja kotak-kotak langsung mendapatkan sambutan hangat oleh warga. Bahkan mereka rela berdesak-desakan hanya untuk berjabat tangan dan melakukan swafoto.

Front Betawi Bersatu Memberi Dukungan Dan Meminta Ahok Agar Tidak Takut


WAKTU.COM - Ormas Front Betawi Bersatu menyambangi Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (18/11). Kedatangan mereka untuk bertemu langsung dengan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok.

Organisasi masyarakat ini mengaku memiliki jutaan anggota dan siap memenangkan Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta. Mereka juga meminta Ahok tidak takut menghadapi berbagai upaya yang akan menjegalnya.

"Kami punya masa 3 juta. Siap memenangkan Pak Ahok. Ada 1 juta KTP DKI. Jangan takut. Pokoknya kami siap memenangkan Ahok, siap mengawal," kata Presiden FBB Amirullah, Jumat (18/11).
Agen Togel Terpercaya, Agen Togel Teraman & Nyaman, Bandar Togel Online Terpercaya & Nyaman

Pria berusia 58 tahun ini mengungkapkan dukungannya ini bukan tanpa sebab. Dalam pandangannya, Ahok telah banyak melakukan perubahan selama memimpin DKI Jakarta. Sehingga sudah cukup alasan baginya untuk mendukung mantan politisi Gerindra ini.

"Anggota kami sangat banyak, belum anak istri. Kami semua siap mendukung Ahok biar jadi gubernur lagi," tutupnya.

 
WaktuCom: Kumpulan Berita Online Terpercaya